Rabu 16 Sep 2020 00:15 WIB

Analis: Efisiensi Biaya Perkuat Bisnis PGN

Ruang efisiensi di proyek infrastruktur migas masih terbuka lebar.

 PT Pertamina Gas (Pertagas), selaku afiliasi dari subholding gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), telah melaksanakan first welding (pengelasan perdana) pembangunan jaringan pipa minyak menuju Blok Rokan di Riau. Kegiatan yang terpusat di Kelurahan Kandis Kota, Kandis, Kabupaten Siak, Riau pada Rabu (9/9) ini sekaligus menandai awal dimulainya alih kelola blok Rokan kepada PT Pertamina pada tahun 2021.
Foto: Pertamina
PT Pertamina Gas (Pertagas), selaku afiliasi dari subholding gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), telah melaksanakan first welding (pengelasan perdana) pembangunan jaringan pipa minyak menuju Blok Rokan di Riau. Kegiatan yang terpusat di Kelurahan Kandis Kota, Kandis, Kabupaten Siak, Riau pada Rabu (9/9) ini sekaligus menandai awal dimulainya alih kelola blok Rokan kepada PT Pertamina pada tahun 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Analis bisnis dari Finvesol Consulting Indonesia Fendi Susiyanto menilai efisiensi biaya yang dilakukan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dapat memperkuat bisnis perseroan ke depan. Menurut Fendi, pemangkasan biaya proyek pipa Rokan hingga senilai 150 juta dolar AS atau sekitar Rp 2,1 triliun, dinilai sebagai bukti bahwa ruang efisiensi di proyek infrastruktur migas masih terbuka lebar.

"Kemampuan PGN untuk memangkas biaya pembangunan infrastruktur pipa ke blok Rokan adalah prestasi luar biasa dan bisa memperkuat bisnis perseroan. Selama ini kita belum pernah mendengar pembangunan infrastruktur pipa bisa dihemat hingga sebesar itu," ujar Fendi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (15/9).

Fendi menuturkan, dalam situasi pandemi Covid-19, konsumsi energi cenderung menurun, termasuk gas bumi. Meski demikian, sebagai pionir pembangunan infrastruktur pipa, perusahaan dengan kode emiten PGAS tersebut bisa mengoptimalkan meningkatnya kebutuhan energi di masa depan dengan membangun proyek-proyek infrastruktur yang lebih efisien.

"Sinergi dengan Pertamina seperti yang dilakukan dengan membangun pipa ke Rokan juga bukti adanya peluang itu. Jika efisiensi bisa dilakukan di proyek-proyek lain tentunya akan memberikan value besar bagi bisnis PGN di masa depan," ujar Fendi yang juga pembawa acara OmFin Channel, program diskusi podcast terkait investasi dan keuangan.

Biaya pembangunan proyek pipa minyak ke blok Rokan itu berhasil dipangkas dari semula 450 juta dolar AS menjadi 300 juta dolar AS. Direktur Utama PGN Suko Hartono mengungkapkan, efisiensi biaya itu diperoleh dari optimasi dari tahapan penetapan final investment decision (FID) dan proses pengadaan.

Pada pekan lalu, PT Pertagas, anak usaha PGN, telah memulai pembangunan pipa minyak Rokan sepanjang kurang lebih 360 kilometer dengan diameter 4-24 inchi. Proyek yang ditargetkan rampung pada 2021 melalui lima Kabupaten di Riau, yaitu Kabupaten Dumai, Bengkalis, Siak, Kampar dan Rokan Hilir.

Saat ini, PGN juga dalam proses pembangunan sejumlah proyek gasifikasi kilang Pertamina yang saat ini menggunakan BBM maupun LPG. Proyek tersebut meliputi lima lokasi kilang, yaitu program RDMP Balongan, RDMP Balikpapan, RDMP Cilacap, Kilang TPPI dan GRR Tuban. Pembangunan proyek-proyek tersebut diharapkan dapat dilakukan lebih efisien guna memperkuat fundamental bisnis PGN dalam jangka panjang.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement