Sunday, 3 Safar 1442 / 20 September 2020

Sunday, 3 Safar 1442 / 20 September 2020

Unesa Berikan Layanan Konseling Usai Kasus Ospek yang Viral

Selasa 15 Sep 2020 23:30 WIB

Red: Ratna Puspita

Mahasiswa baru (ilustrasi). Universitas Negeri Surabaya memberikan layanan konseling kepada para mahasiswa yang menjadi panitia dan peserta kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) atau ospek.

Mahasiswa baru (ilustrasi). Universitas Negeri Surabaya memberikan layanan konseling kepada para mahasiswa yang menjadi panitia dan peserta kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) atau ospek.

Foto: mgrol101
Mahasiwa alami tekanan di media sosial maupun langsung di nomor pribadi.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Universitas Negeri Surabaya memberikan layanan konseling kepada para mahasiswa yang menjadi panitia dan peserta kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) atau ospek. Konseling usai kasus video mahasiswa senior bersikap keras kepada juniornya viral di media sosial.

Baca Juga

"Mereka mengalami tekanan luar biasa hebat di media sosial maupun langsung di nomor pribadi sehingga kami ambil langkah cepat untuk memberikan layanan terapi kognitif yang biasa diberikan untuk penderita tekanan mental," kata Kepala Humas Universitas Negeri Surabaya Vinda Maya Setianingrum di Surabaya, Selasa (15/9).

Kegiatan PKKMB Unesa yang digelar secara daring pada Senin (14/9) malam menjadi trending topik di media sosial lantaran video berdurasi 30 detik tentang PKKMB Unesa tahun 2020 itu diunggah oleh akun twitter @skipberat. Dalam unggahan video tersebut, terlihat mahasiswi baru dibentak-bentak oleh senior mereka karena tidak memakai ikat pinggang atau sabuk. 

Mahasiswa baru Unesa itu kemudian mencoba memperlihatkan ikat pinggang. Namun, mahasiswa senior yang membentaknya berkata tidak melihatnya.

"Ikat pinggang diperlihatkan, gak dibaca tata tertibnya? ujar salah seorang mahasiswa senior perempuan Unesa dalam video itu.

Vinda, sapaan akrabnya, mengatakan layanan konseling ini ditangani langsung oleh "Tim Crisis Center" dari program studi psikologi. Terapi mulai dilaksanakan langsung pada Selasa ini secara daring maupun tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

"Kami ingin memastikan bahwa anak-anak terdampingi dan terjaga mentalnya. Saat ini Unesa sudah memasuki masa perkuliahan semester gasal sehingga kami berupaya agar mereka tidak drop dan tetap semangat menjalani perkuliahan dengan baik," katanya.

Mengenai viralnya video tersebut di media sosial, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi itu menegaskan bahwa unesa akan terus mengedepankan langkah-langkah yang bersifat kekeluargaan. Rencananya pada Rabu (16/9), tim Fakultas Ilmu Pendidikan Unesa yang terdiri pimpinan dan panitia PKKMB melakukan silaturahim ke rumah Indah Tri Ludfiani, mahasiswa baru yang menjadi "korban" sikap keras seniornya dalam video tersebut.

"Hasil rapat hari ini, kami berkomitmen menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan dan memberikan konseling langsung pada malam hari ini. Kami juga akan melakukan silaturahim kepada keluarga mahasiswa baru dan semoga suasana kekeluargaan terbangun," tuturnya.

Kegiatan PKKMB di Unesa berlangsung di tingkat fakultas mulai pada Senin (7/9) sampai jumat (11/9). Vinda mengungkapkan bahwa kasus ini menjadi pembelajaran bagi Unesa untuk terus memperbaiki pengelolaan kegiatan kemahasiswaan.

"Ini menjadi evaluasi penting bagi Unesa, kami ucapkan terima kasih atas segala perhatian pada kasus ini. Ke depan, kami akan terus mengupayakan suasana pembelajaran yang kondusif dan nyaman bagi mahasiswa," ucapnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA