Sunday, 3 Safar 1442 / 20 September 2020

Sunday, 3 Safar 1442 / 20 September 2020

Depok Darurat Covid: 93 RW Zona Merah, Semua Ruang ICU Penuh

Selasa 15 Sep 2020 21:10 WIB

Red: Andri Saubani

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri) bersama Wali Kota Depok Mohammad Idris (tengah) memberikan keterangan pers saat meninjau RSUD Depok di Sawangan, Depok, Jawa Barat, Selasa (15/9/2020). Peninjauan tersebut dilakukan dalam rangka melihat kesiapan rumah sakit di Kota Depok dalam penanganan darurat COVID-19.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri) bersama Wali Kota Depok Mohammad Idris (tengah) memberikan keterangan pers saat meninjau RSUD Depok di Sawangan, Depok, Jawa Barat, Selasa (15/9/2020). Peninjauan tersebut dilakukan dalam rangka melihat kesiapan rumah sakit di Kota Depok dalam penanganan darurat COVID-19.

Foto: ASPRILLA DWI ADHA/ANTARA
Menurut Wali Kota Depok M Idris, penyebaran Covid-19 terus meningkat tak terkendali.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Rusdy Nurdiansyah

Baca Juga

Wali Kota Depok Mohammad Idris menyatakan, penyebaran Covid-19 di Depok saat ini tak terkendali. Pada hari ini, Idris mengumumkan 93 RW berstatus zona merah dan semua ruang intensive care unit (ICU) di 10 rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 terisi penuh.

"Penyebaran Covid-19 terus meningkat tak terkendali dan Kota Depok bisa saja dari zona merah masuk ke zona hitam. Jangan sampai terjadi, untuk itu perlu kerja sama seluruh warga untuk mematuhi protokol kesehatan," ujar Idris, Selasa (15/9).

Idris membenarkan, bahwa saat ini sebanyak 93 RW dari 924 RW di Kota Depok masuk dalam zona merah Covid-19. RW yang masuk zona merah harus melakukan pembatasan sosial kampung siaga (PSKS).

"RW yang masuk zona merah karena tercatat ada dua orang yang isolasi mandiri Covid-19," ujar Idris. .

Idris mengungkapkan, berdasarkan Keputusan Wali Kota Depok Nomor 443/335/Kpts/Dinkes/Huk/2020, RW zona merah paling banyak berada di Kecamatan Sukmajaya, Pancoran Mas, dan Cimanggis. Menurutnya, penyebaran Covid-19 di Kota Depok terus meningkat.

Idris juga mengumumkan, kapasitas 10 RS rujukan pasien Covid-19 sudah hampir penuh di atas 80 persen. Keadaan darurat bahkan terjadi di bagian ICU.

"Keadaan lebih darurat ditemui pada ketersediaan ICU dan HCU sebagai ruang perawatan pasien Covid-19 bergejala berat. Semuanya sudah penuh," kata Idris.

Idris mengutarakan, untuk mencari jalan keluar, pihaknya sedang berusaha untuk menjadikan hotel-hotel di Kota Depok sebagai tempat isolasi para pasien Covid-19 tak bergejala. Namun, kata Idris, belum ada hotel yang bersedia untuk dijadikan tempat karantina pasien positif Covid-19 tak bergejala.

Untuk itu, lanjut Idris, pihaknya meminta para pasien positif tanpa gejala Covid-19 melakukan isolasi mandiri di rumah. Idris juga sudah menambah RS rujukan Covid-19.

"Kami juga sudah menambah satu RS rujukan yakni RS Citra Medika Cilodong untuk merawat pasien positif Covid-19 bergejala dan tidak bergejala dengan kapasitas 70 persen," ujarnya.

Saat ini, ada 10 RS rujukan Covid-19 di Kota Depok yakni RSUD Depok, RS Bunda Margonda, RS Hermina Depok, RSUI, RS Bhayangkara, RS Mitra Keluarga Depok, RS Puri Cinere, RS Sentra Medika, RS Melia, dan RS Tugu Ibu. Beberapa RS yang dihubungi Republika mengonfirmasi penuhnya ruang isolasi.

"Untuk ruang isolasi mandiri pasien Covid-19 bergejala berat sudah penuh. Daftar antrean hingga 10 pasien Covid-19 setiap harinya," ujar Humas RS Bunda Margonda Depok, Mawar, saat dihubungi Republika, Selasa (15/9).

Situasi yang sama juga terjadi di RSUD Kota Depok yang memberlakukan sistem daftar tunggu bagi pasien Covid-19 yang belum memperoleh ruang isolasi.

"Ruang isolasi sudah penuh. Memang telah terjadi beberapa peningkatan atau ekskalasi yang mereka susah mencari rujukan
ICU dan HCU," terang Direktur RSUD Kota Depok, Devi Maryori.
Untuk di RSUI, kondisi ruang isolasi sudah di atas 80 persen terisi penuh. Hampir setiap hari ada 30 hingga 50 pasien Covid-19 yang harus mendapat perawatan di RSUI.

"Sudah di atas 80 persen tempat tidur khusus pasien Covid-19 terisi. Selain itu, ketersediaan ICU/HCU juga sudah 90 persen," terang Manajer Pelayanan Medik RSUI, Rakhmad Hidayat.



Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil pada hari ini melakukan kunjungan ke RSUD Depok. Ia mengungkapkan, Kota Depok saat ini berstatus zona merah, bersama Kota Bogor dan Kabupaten Bekasi.

"Wilayah Bogor, Depok, Bekasi (Bodabek) berstatus zona merah karena menyumbang kasus mingguan lebih dari 60 persen. Itulah kenapa koordinasi antardaerah Bodabek dan DKI Jakarta sangat diperlukan untuk menekan penyebaran Covid-19," ujar Ridwan saat mendatangi RSUD Kota Depok, Selasa (15/9).

Emil, sapaan Ridwan, mengutarkan, tingkat keterisian RS yang merawat pasien Covid-19 berada rata-rata di angka 40 persen secara keseluruhan. Tapi di antara kabupaten dan kota yang ada, yakni Kota Depok menjadi yang paling tinggi yakni diatas 80 persen lebih.

"Memang sangat tinggi tingkat keterisian pasien positif Covid-19 di RS di Kota Depok sehingga kami sedang mengonsepkan subsidi silang yakni kalau satu wilayah penuh, maka kota kabupaten tetangga kami koordinasikan untuk membantu kewilayahannya," terang Ridwan.

Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (TGTPPC) Kota Depok pada Selasa (15/9), terjadi penambahan positif Covid-19 tertinggi dalam sehari, yakni sebanyak 124 orang.

"Terjadi penambahan cukup banyak kasus baru Covid-19 yang terkonfirmasi positif sebanyak 124 orang. Dengan demikian total keseluruhan yang terkonfirmasi positif yakni sebanyak 2.990 orang," ujar Juru Bicara TGTPPC Kota Depok, Dadang Wihana dalam siaran pers yang diterima Republika, Selasa (15/9).

Data GTPPC juga mengungkapkan, terjadi penambahan cukup banyak pasien positif yang meninggal dunia yakni sebanyak enam orang. "Bertambah enam orang meninggal dunia. Total keseluruhan yang meninggal dunia yakni 107 orang," terang Dadang.

Dadang menambahkan, untuk jumlah total pasien positif Covid-19 yang sembuh di Kota Depok tercatat sebanyak 2.027 orang, atau meningkat 41 kasus dari hari sebelumnya.

"Untuk jumlah pasien konfirmasi aktif Covid-19 sebanyak 856 kasus, atau bertambah sebanyak 77 kasus. Kemudian, yang berstatus kontak erat aktif berjumlah sebanyak 624 orang, atau bertambah sebanyak 107 kasus. Sedangkan untuk kategori kasus suspek aktif berjumlah 181 orang, juga terjadi penambahan sebanyak 14 kasus," jelas Dadang.

photo
Jam Malam di Bogor dan Depok - (Republika)

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA