Saturday, 2 Safar 1442 / 19 September 2020

Saturday, 2 Safar 1442 / 19 September 2020

Banjir Besar Lumpuhkan Kapuas Hulu

Rabu 16 Sep 2020 03:13 WIB

Red: Ani Nursalikah

Banjir Besar Lumpuhkan Kapuas Hulu. Sejumlah warga melintasi pemukiman yang tergenang banjir di Jalan Ngurah Rai Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Selasa (15/9/2020). Kota Putussibau masih terendam banjir dan mengalami pemadaman listrik serta jaringan telekomunikasi sejak Ahad (13/9/2020).

Banjir Besar Lumpuhkan Kapuas Hulu. Sejumlah warga melintasi pemukiman yang tergenang banjir di Jalan Ngurah Rai Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Selasa (15/9/2020). Kota Putussibau masih terendam banjir dan mengalami pemadaman listrik serta jaringan telekomunikasi sejak Ahad (13/9/2020).

Foto: Antara/Jessica Helena Wuysang
Ketinggian air banjir berkisar satu hingga lima meter di Kapuas Hulu.

REPUBLIKA.CO.ID, PUTUSSIBAU -- Aktivitas masyarakat di Kota Putussibau dan sekitarnya dan sejumlah wilayah di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat lumpuh akibat banjir, Selasa (15/9). Aktivitas perkantoran, perbankan, jaringan telekomunikasi serta penerangan listrik lumpuh.

Baca Juga

Banjir akibat luapan air Sungai Kapuas itu merendam pemukiman penduduk di Kapuas Hulu, dengan kedalaman air berkisar satu hingga lima meter yang terjadi sejak Ahad (13/9). Sejumlah warga kesulitan mendapatkan bahan makanan.

Pantauan di lapangan, sebagian warga memilih bertahan dengan membuat panggung di rumah dan tidak sedikit juga yang mengungsi ke rumah keluarga dan hotel di Putussibau. "Barang-barang sudah tidak bisa diselamatkan, karena air sangat dalam, di dalam rumah saja sedada," kata warga Teluk Barak, Kecamatan Putussibau Selatan, Harun kepada Antara.

Hal senada dikatakan Herman, warga Kota Putussibau yang mulai kehabisan stok makanan akibat banjir. "Kami tidak bisa kemana-mana dikepung banjir, minimarket hanya dua yang buka, sedangkan warung-warung kecil sudah kehabisan barang-barang," ucap Herman.

Dirinya berharap pemerintah segera mengambil langkah agar masyarakat tidak kelaparan. "Jangan menunggu air surut bantuan baru datang, masyarakat memerlukan bantuan di saat banjir seperti ini," kata Herman.

Untuk saat ini kondisi banjir masih menggenangi Kapuas Hulu. Debit air sudah surut, namun aktivitas masyarakat masih lumpuh.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA