Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Transportasi Sehat Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Selasa 15 Sep 2020 15:34 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha

Menteri BUMN Erick Thohir memimpin langsung rapat koordinasi dengan  perusahaan BUMN di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (9/9).

Menteri BUMN Erick Thohir memimpin langsung rapat koordinasi dengan perusahaan BUMN di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (9/9).

Foto: Dok. Kementerian BUMN
Transportasi jadi salah satu sektor penting dalam pergerakan ekonomi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Transportasi yang sehat dan aman dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi saat pandemi Covid-19 sekarang ini. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan saat ini sudah tengah menggandeng empat perguruan tinggi yakni Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember untuk membuat kebijakan transportasi sehar di tengah pandemi.

“Kebijakan yang ada juga akan  turut mendorong pertumbuhan ekonomi serta dapat memberikan sudut pandang baru," kata Budi dalam membuka Webinar Transportasi Sehat Indonesia Maju, Selasa (15/9).

Terlebih menurutnya, dampak pandemi Covid-19 saat ini sudah mempengaruhi perekonomian negara-negara di seluruh dunia termasuk Indonesia. Untuk itu, Budi menganggap transportasi menjadi salah satu sektor penting dalam pergerakan ekonomi sehingga sangat diperlukan terobosan baru.

Baca Juga

Untuk melakukan hal tersebut, Budi mengatakan juga perlu melakukan kerja sama pentahelix. "Ini dengan kolaborasi antara pemerintah, komunitas atau masyarakat, kekuatan para akademisi, dunia usaha, dan  media," ujar Budi.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Satgas Covid 19 Erick Thohir mengatakan saat ini kondisi Indonesia dan beberapa negara di ASEAN dan G20 tengah mengalami pandemi Covid-19. Erick mengatakan, data perkembangan situasi pandemi Covid-19 di setiap negara sangat bervariasi.

Erick menuturkan, di Indonesia, tingkat kesembuhan  mencapai 71,51 persen, tingkat kematian 3,99 persen, dan kasus aktif 24,50 persen. Untuk negara dengan tingkat disiplin tinggi, Erick menuturkan cenderung memiliki catatan data kesembuhan yang lebih baik.

“Program prioritas kita saat ini ada tiga yaitu  utamanya  mewujudkan Indonesia Sehat dengan prioritas rakyat aman dari Covid-19 dan reformasi layanan kesehatan," jelas Erick.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA