Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

Wapres Harap Uninus Cetak Tokoh Perubahan

Selasa 15 Sep 2020 13:45 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Esthi Maharani

Wakil Presiden Republik Indonesia Maruf Amin.

Wakil Presiden Republik Indonesia Maruf Amin.

Foto: Dok. Wasetpres
Ma'ruf Amin berharap perguruan tinggi menjadi salah satu pusat perbaikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Wakil Presiden Ma'ruf Amin berharap perguruan tinggi menjadi salah satu pusat perbaikan. Secara khusus, perguruan tinggi bisa menjadi pusat penyiapan tokoh-tokoh perubahan.

Hal itu disampaikan Ma'ruf saat membuka Ma'ruf pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru Universitas Islam Nusantara (Uninus) Tahun Akademik 2020/2021.

"Saya berharap Kampus Uninus itu menjadi salah satu pusat perbaikan, dan juga sekaligus menjadi pusat penyiapan tokoh-tokoh perubahan," ujar Ma'ruf melalui video conference dari rumah dinas Wapres, Jakarta, Selasa (15/9).

Ma'ruf mengingatkan, Uninus yang lekat dengan kultur Nahdlatul Ulama diharapkan tetap menjaga tradisi yang baik, NU adalah organisasi perubahan. Ia mengatakan, paradigma yang dikenal di NU yakni menjaga yang lama/tradisi yang baik serta mengambil baru yang lebih baik harus dipertahankan.

"Artinya melakukan transformasi, tetapi saya tambahkan dengan satu paradigma lagi yaitu harus melakukan perubahan ke arah yang lebih baik secara berkelanjutan, secara sustainable yang tidak pernah berhenti," ujarnya.

Karena itu, ia berharap hal itu dilakuakn civitas akademika di Kampus Uninus.

"Dengan demikian saya harapkan nantinya Kampus Uninus bisa direplikasi oleh seluruh perguruan-perguruan tinggi di bawah NU di berbagai daerah," ujarnya.

Kepada Mahasiswa, Ma'ruf juga berharap  tidak menyianyiakan kesempatan dalam mengenyam pendidikan tinggi. Ma'ruf mengingatkan, tidak semua masyarakat dapat memperoleh kesempatan kuliah di perguruan tinggi.

Dari 137,91 Juta penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja, berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS-BPS) Februari 2020, hanya sekitar 14,2 juta atau hanya 10,3 persen yang berkesempatan menikmati pendidikan tinggi.

"Artinya, hampir 90 persen sisanya, sama sekali tidak menikmati pendidikan tinggi seperti anda sekalian. Oleh karena itu, dalam waktu kurang lebih empat tahun dari hari ini, saya mengharapkan anda semua sudah diwisuda menjadi sarjana," ujar Ma'ruf

Ia juga berharap para lulusan Uninus menjadi kader Ahlusunnah Waljamaah yang memiliki insan  Islami anNahdiyah, milenial, dan berjiwa wirausaha yang berakhlak mulia.

"Jangan sia-siakan kesempatan yang diperoleh untuk menikmati pendidikan tinggi. Kesempatan ini merupakan karunia Allah, dan bentuk rasa syukur anda atas karunia tersebut adalah dengan belajar dan bekerja keras agar anda dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu dengan hasil memuaskan," ungkapnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA