Sunday, 10 Safar 1442 / 27 September 2020

Sunday, 10 Safar 1442 / 27 September 2020

Dewan Pengarah BPIP: Penusuk Syekh Ali Jaber tak Bermoral

Selasa 15 Sep 2020 06:14 WIB

Red: Gita Amanda

Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) KH Said Aqil Siraj mengecam keras aksi penusukan tehadap Syekh Ali Jaber di Tanjungkarang, Bandar Lampung pada Ahad (13/9).

Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) KH Said Aqil Siraj mengecam keras aksi penusukan tehadap Syekh Ali Jaber di Tanjungkarang, Bandar Lampung pada Ahad (13/9).

Foto: republika TV/Havid Al Vizki
BPIP mendorong penegak hukum mengusut tuntas peristiwa memalukan itu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) KH Said Aqil Siraj mengecam keras aksi penusukan tehadap Syekh Ali Jaber di Tanjungkarang, Bandar Lampung pada Ahad (13/9) lalu. Menurutnya pelaku berinisial AA itu tidak punya moral, tidak punya muru'ah dan tidak memilki tanggung jawab.

Baca Juga

"Tindakan yang tidak punya moral dan tidak punya muru'uah, tidak punya rasa tanggungjawab. Siapapun dan mengatasnamakan apapun tidak boleh melakukan teror dan dilarang agama," tegasnya saat diwawancara Senin (14/9) lalu, dikutip dari laman resmi BPIP.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) itu mendorong kepada penegak hukum untuk mengusut tuntas peristiwa yang memalukan itu. "Yang jelas harus ada tindakan hukum dari pihak penegak hukum, harus ada hukuman yang berat, karena apa? karena harus ada pembelajaran yang lain sehingga tidak ada kejadian lagi yang serupa," ucapnya.

Ia juga menyayangkan aksi dzolim itu jika mengatasnamakan agama, bahkan akan sangat memalukan jika peristiwa ini masuk berita internasional. Karena Indonesia yang terkenal rukun dan toleran namun diciderai dengan periatiwa tersebut.

"Sangat dzolim jika peristiwa ini mengatasnamakan agama. Ini sangat memalukan jika beritanya sampai ke luar negeri, padahal Indonesia merupakan Negara yang terkenal rukun, toleran, moderat tetapi ada peristiwa tersebut," terangnya.

Ia juga mengatakan yang perlu diantisipasi adalah memberikan pemahaman agama yang benar dan meningkatkan pendidikan moral, akhlak dan karakter sangat penting bagi manusia, sehingga tidak mudah menyimpang menjadi radikal. "Yang terpenting adalah memberikan pemahaman agama (islam) yang benar, tidak hanya teori dan ritual ibadah saja tetapi perlu kiranya dalam peningkatan pendidikan moral, akhlak dan karakter," tuturnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA