Thursday, 14 Safar 1442 / 01 October 2020

Thursday, 14 Safar 1442 / 01 October 2020

Ketika Rating Pemain Dikeluhkan

Selasa 15 Sep 2020 05:45 WIB

Red: Agung Sasongko

 Romelu Lukaku

Romelu Lukaku

Foto: EPA-EFE/Martin Meissner
FIFA 21 mengutak-atik peringkat pemain sehingga kami mulai mengeluh.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Frederikus Bata, Wartawan Republika

Baca Juga

Selalu ada sisi lain dari sepakbola menjadi topik perbincangan. Konteksnya di luar aksi para jugador secara nyata di lapangan. Belakangan Game EA Sports baru saja merilis rating pemain di top 100 FIFA 21. Lionel Messi yang menjalani musim mengecewakan bersama Barcelona masih di posisi teratas. Kapten Barca itu mendapat rating 93. Jumlah tersebut mengalami penurunan ketimbang musim sebelumnya. 

Pada FIFA 20, ia mendapat angka 94. Namun tetap saja, La Pulga masih di singgasana. Tiga tahun beruntun Messi melewati Cristiano Ronaldo. Kali ini, Ronaldo yang mendapat rating 92, tetap di posisi kedua. Terakhir kali CR7 melewati rival abadinya, terjadi pada edisi FIFA 18. 

Persaingan Messi-Ronaldo bukan sesuatu yang baru.  Nyaris dalam satu dekade terakhir, pemandangan tersebut selalu terlihat. Baik di dunia nyata, maupun virtual.  Rupanya beberapa pemain tidak sepakat dengan penilaian yang mereka dapatkan secara virtual. Penyerang Inter Milan Romelu Lukaku, terang-terangan menyatakan protes. 

Menurutnya, produsen game memiliki modus lain di balik rilisan ini. "FIFA 21 mengutak-atik peringkat pemain sehingga kami mulai mengeluh. Itu memberi mereka lebih banyak publisitas. Saya tahu apa yang telah saya lalukan," demikian ciutan eks Manchester United itu di twitter pribadinya. 

Lukaku mendapat rating 85 dan berada di peringkat ke-77. Ia merasa pantas mendapat penilaian lebih. Pasalnya, selama musim 2019/2020, penyerang tim nasional Belgia ini tampil mentereng bersama Inter. Ia tak tergantikan di lini depan Nerazzurri. Ia mencetak 34 gol dari 51 laga di berbagai kompetisi antar klub. 

Kapten Arsenal, Pierre-Emerick Aubameyang juga demikian. Serupa dengan Lukaku, Aubameyang juga mempertanyakan penilaian terhadap dirinya. Yang bersangkutan mendapat rating 87. Sementara pada FIFA 20, rating Auba mencapai angka 88. Kendati the Gunners gagal lolos ke Liga Champions, jagoan timnas Gabon itu bersinar secara individu. 

Sepanjang musim 2019/2020 ia mengoleksi 29 gol dari 44 laga di berbagai ajang. Ia berperan penting membawa Meriam London meraih Piala FA dan Community Shield. Lewat twitternya, eks Borussia Dortmund ini tidak bereaksi keras ala Lukaku. Ia hanya menampilkan emoji tertawa tanda bertanya-tanya. 

Selanjutnya bek tengah Manchester City, Aymeric Laporte. Ia mengaku menantikan statistik terbaru dirinya dalam game tersebut. Pada akhirnya pesepakbola berkebangsaan Prancis ini menunjukkan ekpresi kekecewaan. Ia melihat kecepatannya hanya di angka 63. 

Kontroversi mengenai rating pemain di FIFA 21 belum berhenti. Sosok Robert Lewandowski yang membawa Bayern Muenchen meraih segalanya pada musim 2019/2020 dinilai pantas berada di posisi pertama. Nyatanya Lewa hanya nangkring di bawah Messi dan Ronaldo.

Menurut ESPN, ada juga yang mengalami peningkatan secara signifikan. Itu terjadi pada penyerang Lazio Ciro Immobile. Kini Immobile berada di urutan ke-30, setelah pada edisi sebelumnya, ada di tangga ke-70. Maklum setelah musim 2019/2020 bergulir, bomber Italia itu meraih sepatu emas Eropa berkat torehan 36 gol di Serie A. 

Kemudian Jamie Vardy. Pada usia 33 tahun, juru gedor Leicester City ini pertama kalinya berada di top 100. Itu karena yang bersangkutan menjadi top skorer Liga Primer Inggris musim lalu. Dengan mengantongi rating 86, Vardy setara dengan bintang Manchester United Paul Pogba, Marco Veratti (Paris Saint Germain), dan Thomas Mueller (Bayern Muenchen).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA