Wednesday, 6 Safar 1442 / 23 September 2020

Wednesday, 6 Safar 1442 / 23 September 2020

Kisah Penghulu di Tengah Pusaran Pandemi Covid-19

Senin 14 Sep 2020 18:10 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Sadly Rachman

Seorang penghulu di KUA Kramat Jati, Jakarta Timur, Isfandi

Foto: Republika/Havid Al Vizki
EMBED
Penghulu memiliki kewajiban menikahkan pasangan pengantin di masa pandemi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang penghulu tetap memiliki kewajiban untuk menikahkan pasangan pengantin meski sangat berisiko tertular Covid-19. Seperti yang dijalani oleh Isfandi, seorang penghulu di KUA Kramat Jati, Jakarta Timur.

Penghulu berusia 58 tahun ini menyadari bahwa penularan Covid-19 di Ibu Kota sangat tinggi dan dapat membahayakan dirinya. Namun, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk tetap melayani masyarakat yang ingin menunaikan sunnah nabi tersebut.

Setidaknya ia sudah menikahkan puluhan pasangan pengantin sejak munculnya Covid-19 pada Maret lalu. Banyak hal yang ia rasakan dalam melayani pasangan pengantin di masa pandemi, baik suka maupun duka.

Pria yang sudah 17 tahun mengabdi sebagai penghulu ini biasanya menikahkan pasangan pengantin di acara-acara pernikahan yang meriah. Tapi, sejak adanya pandemi ini, ia hanya bisa menyaksikan pernikahan yang penuh dengan keterbatasan.

Di masa pandemi ini, ia juga merasa khawatir tertular Covid-19 karena banyaknya Orang Tanpa Gejala (OTG). Kekhawatiran itu bertambah ketika seorang teman penghulunya yang belum lama ini meninggal dunia akibat Covid-19. Karena itu, saat menikahkan pasangan pengantin di KUA Kramat Jati ia menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Isfandi selalu menikahkan pasangan pengantin di Kantor KUA Kramat Jati dengan tata cara sesuai aturan Kementerian Agama. Diantaranya, selama ijab kabul harus menggunakan masker, sarung tangan, menjaga jarak, dan prosesi akad nikah tidak boleh lebih dari 10 orang.

Untuk mencegah penularan Covid-19, Kantor KUA Kramat Jati pun sudah melakukan berbagai inovasi layanan. Kepala KUA Kramat Jati, Maman Toufik Rahman mengatakan, dalam melayani masyarakat pihaknya telah menerapkan sistem antrean berbasis teknologi.

Mayarakat yang berada di dalam kantor KUA pun dibatasi. Kendati demikian, ia tetap mengimbau kepada para penghulu untuk selalu waspada terhadap penularan Covid-19.

Berikut video lengkapnya.

 

 

Videografer & Video Editor | Havid Al Vizki

 

Dapatkan Update Berita Republika

 
 

BERITA LAINNYA