Thursday, 14 Safar 1442 / 01 October 2020

Thursday, 14 Safar 1442 / 01 October 2020

Wapres Ajak Pemimpin OKI Perkuat Kerja Sama

Senin 14 Sep 2020 17:38 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Fuji Pratiwi

Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin saat menghadiri acara penghargaan Global Islamic Finance Award (GIFA) 2020 di Pakistan secara virtual pada Senin (14/9).

Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin saat menghadiri acara penghargaan Global Islamic Finance Award (GIFA) 2020 di Pakistan secara virtual pada Senin (14/9).

Foto: Dok. Setwapres/KIP
Ekonomi dan keuangan syariah dapat menjadi sumber ekonomi baru pasca pandemi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mengajak para pemimpin negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja sama Islam (OKI) untuk saling menguatkan kerja sama dalam memulihkan kembali ekonomi dunia. Salah satunya, melalui penguatan industri halal dan keuangan syariah.

Baca Juga

Kiai Ma'ruf mengajak kerja sama dibangun kembali agar lebih baik usai pandemi Covid-19 berakhir. Sebab, pandemi Covid-19 telah membuat ekonomi global terdampak.

"Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dapat menjadi sumber ekonomi baru pasca pandemi Covid-19 yang melanda di seluruh dunia," ujar Kiai Ma'ruf saat menghadiri Penghargaan GIFA Award 2020 secara virtual yang dilaksanakan di Pakistan, Senin (14/9).

Dalam kesempatan itu, Indonesia melalui Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah (KNEKS) memperoleh penghargaan dalam GIFA Award 2020.

Kiai Ma'ruf yang merupakan Ketua Harian KNEKS menyampaikan terima kasih atas penghargaan Global Islamic Finance Award (GIFA) 2020 kepada Komite Nasional Ekonomi Keuangan dan Syariah (KNEKS). Penghargaan ini, kata Kiai Ma'ruf, menjadi motivasi bagi KNEKS untuk mempercepat, memperluas, dan memajukan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

"Sebab, saat ini pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia belum maksimal," ungkapnya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA