Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Kemenhan China: AS Pemicu Kekacauan Global

Senin 14 Sep 2020 16:37 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Teguh Firmansyah

Militer China (ilustrasi),

Militer China (ilustrasi),

Foto: AP Photo/Andy Wong
Beijing tolak laporan terbaru Dephan AS tentang perkembangan militer China.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Juru bicara Kementerian Pertahanan China, Wu Qian menyatakan, Beijing menolak tegas terhadap laporan baru yang dirilis oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS), Senin (14/9) waktu setempat. Laporan militer AS berjudul "Perkembangan Militer dan Keamanan yang Melibatkan Republik Rakyat China 2020" menurut Wu adalah bukti lebih lanjut dari niat AS untuk mencoreng China dan militernya.

Wu mengatakan, bahwa China menyesalkan dan dengan tegas menentang tindakan pihak AS itu. "Laporan tersebut sengaja merusak hubungan antara Partai Komunis Cina (CPC) dan militer China, salah menafsirkan kebijakan pertahanan nasional China dan strategi militer, dan meningkatkan apa yang disebut ancaman militer China," ujar Wu seperti dikutip laman Xinhua, Senin (14/9).

Wu menilai, pihak AS mengeluarkan laporan tersebut dalam 20 tahun terakhir berturut-turut sebagai upaya tindakan hegemoni dan provokasi yang mencolok yang telah sangat merusak hubungan bilateral dan militer-ke-militer. "China telah mengajukan pernyataan tegas dengan pihak AS," ujar Wu menambahkan.

Wu juga menegaskan bahwa Tentara Pembebasan Rakyat Cina (PLA) adalah angkatan bersenjata rakyat di bawah kepemimpinan CPC. Wu dan militer China berprinsip untuk menegakkan kepemimpinan Partai yang merupakan jiwa dari PLA.

PLA pun berkomitmen untuk melayani rakyat dengan sepenuh hati. Wu menegaskan, bahwa China mengikuti jalur pembangunan damai dan menganut kebijakan pertahanan nasional yang bersifat defensif.

Menurutnya, pembangunan militer China ditujukan untuk menjaga kedaulatan negara, keamanan dan kepentingan pembangunan. "Itu tidak menargetkan negara mana pun, juga tidak menimbulkan ancaman bagi negara lain," kata Wu.

Wu menegaskan kembali bahwa hanya ada satu China di dunia, dan Taiwan adalah bagian China yang tidak dapat digugat. Dia mengatakan ketegangan di seluruh Selat Taiwan terutama disebabkan oleh upaya Partai Progresif Demokratik untuk mengandalkan dukungan asing dan penggunaan kekuatan untuk menolak reunifikasi, serta upaya elemen anti-Cina eksternal untuk menggunakan Taiwan untuk menahan dan memecah belah China.

Mengutip perang dan tindakan militer AS terhadap negara-negara seperti Irak, Suriah, dan Libya selama dua dekade terakhir, Wu menilai bahwa AS telah terbukti menjadi salah satu yang memicu kekacauan regional, melanggar tatanan internasional, dan menghancurkan perdamaian dunia.

Wu mengatakan militer China akan dengan setia mempraktikkan visi membangun komunitas dengan masa depan bersama untuk kemanusiaan, dengan tegas menjaga tujuan dan prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), secara aktif mengambil bagian dalam kerja sama keamanan regional, dan segera menyediakan barang-barang keamanan publik internasional.

"Militer China berkomitmen untuk menjaga perdamaian dunia, berkontribusi pada pembangunan global, dan menegakkan ketertiban internasional," kata Wu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA