Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Gonzalez Bantah Tuduhan Neymar Soal Hinaan Rasialis

Senin 14 Sep 2020 13:58 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Israr Itah

Bintang PSG Neymar (kedua kiri) berebut bola dengan pemain Marseille Alvaro Gonzalez.

Bintang PSG Neymar (kedua kiri) berebut bola dengan pemain Marseille Alvaro Gonzalez.

Foto: EPA-EFE/Julien de Rosa
Gonzalez meminta Neymar belajar menerima kekalahan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bintang Marseille Alvaro Gonzalez membantah telah melakukan pelecehan rasial terhadap Neymar. Gonzales justru menyarankan pemain timnas Brasil itu harus belajar menerima kekalahan. 

Neymar menjadi salah satu dari lima pemain yang dikeluarkan pada laga panas antara Marseille melawan Paris Saint-Germain di Parc des Princes, Senin (14/9) dini hari WIB. PSG kalah 0-1 pada laga tersebut.

Baca Juga

Tinjauan VAR menunjukkan dia menampar bagian belakang kepala Gonzalez. Dia dihukum kartu merah atas perbuatannya. Namun, Neymar sangat marah dengan keputusan tersebut dan dia terdengar mengatakan kepada ofisial keempat di pinggir lapangan bahwa dia telah dilecehkan secara rasial oleh Gonzalez.

Dalam cicitannta di Twitter, Neymar mengungkapkan ia dipanggil sebagai 'monyet bajingan'. Namun, Gonzalez membalas serangan pemain Brasil itu dengan meinta Neymar untuk menerima kekalahan.

"Tidak ada tempat untuk rasialisme," kata Gonzales mengomentari cicitan Neymar, dikutip dari Metro, Senin (14/9).

"Persaingan bersih dan dengan banyak kolega dan teman setiap hari. Terkadang Anda harus belajar kalah dan membawanya ke lapangan. Tiga poin yang luar biasa hari ini. Ayo Marseille. Terima kasih keluarga," tambahnya.

Wasit memberikan empat kartu merah sebelum peninjauan VAR dilakukan untuk mengetahui apakah ada insiden yang tidak terlihat pada saat itu. Wasit mengusir Neymar pergi setelah melihat VAR yang menunjukkan sang bintang memukul bagian belakang kepala Gonzalez.

Pemain PSG menjadi hanya delapan ketika sembilan orang Marseille mengklaim kemenangan pertama mereka melawan rival bebuyutan mereka sejak 2011. Pasukan Thomas Tuchel kalah dalam dua pertandingan pertama untuk mempertahankan gelar mereka.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA