Wednesday, 6 Safar 1442 / 23 September 2020

Wednesday, 6 Safar 1442 / 23 September 2020

Victoria Mulai Longgarkan Karantina

Senin 14 Sep 2020 00:25 WIB

Red: Nora Azizah

 Pelonggaran karantina dilakukan terkait angka kasus Covid-19 yang terus menurun (Foto: ilustrasi Covid-19 di Victoria)

Pelonggaran karantina dilakukan terkait angka kasus Covid-19 yang terus menurun (Foto: ilustrasi Covid-19 di Victoria)

Foto: EPA-EFE/JOEL CARRETT
Pelonggaran karantina dilakukan terkait angka kasus Covid-19 yang terus menurun.

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Victoria melakukan sedikit pelonggaran karantina pada Senin (14/9), waktu setempat. Hal ini dilakukan terkait angka harian kasus Covid-19 yang terus menurun. Padahal sebelumnya Victoria merupakan zona merah di Australia.

Baca Juga

Victoria mengumumkan, ada 41 infeksi baru virus corona pada Ahad (13/9), serta tujuh kematian tambahan. Angka tersebut mengonfirmasi tren penurunan yang stabil dari titik tertinggi, yaitu saat muncul 700 kasus dalam satu hari padaawal Agustus.

Victoria menyumbang sekitar 75 persen dari sedikitnya 26.600 kasus Covid-19 Australia. Sementara ibu kota Victoria, Melbourne, telah memberlakukan pembatasan ketat selama beberapa pekan.

Kota tersebut akan terus berada di bawah pembatasan ketat. Namun, bagi masyarakat hanya bisa menghabiskan waktu di luar ruangan selama dua jam per hari, dari sebelumnya satu jam. Sementara, jam malam akan diperpendek selama satu jam mulai Senin.

"Ini adalah langkah-langkah kecil, namun ini lah yang aman, sangat tepat dengan angka-angka yang menurun, tetapi masih terlalu tinggi untuk dibuka," kata pemimpin Negara Bagian Victoria, Daniel Andrews, dalam pernyataan yang disiarkan di televisi, dikutip reuters, Ahad.

Sementara, berbagai usaha, terutama perhotelan, ritel dan pariwisata yang telah ditutup sepenuhnya akan mendapat bantuan dan keringanan pajak melalui paket dukungan bisnis terbesar yang pernah dikeluarkan Victoria. Para pejabat Victoria mengumumkan paket bantuan keuangan senilai tiga miliar dolar Australia (sekitar Rp 34,5 triliun) bagi kalangan bisnis di negara bagian tersebut.

"Ini belum pernah terjadi sebelumnya karena tantangan yang kita hadapi belum pernah terjadi sebelumnya, tidak ada yang suka dengan kenyataan yang kita hadapi, tetapi tidak ada dari kita yang punya pilihan untuk mengabaikan kenyataan yang kita hadapi," kata Andrews.

Victoria menyumbang sekitar seperempat dari ekonomi tahunan Australia. Di negara bagian tetangganya, New South Wales, aturan pembatasan sosial diberlakukan jauh lebih longgar dan usaha ritel serta restoran diizinkan buka. Pada Ahad, tercatat sembilan kasus baru virus corona muncul di New South Wales.

sumber : Reuters/Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA