Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Bila Ada Kasus Positif Covid, Satu Gedung Ditutup Tiga Hari

Ahad 13 Sep 2020 18:47 WIB

Rep: Mimi Kartika/ Red: Andri Saubani

Warga beristirahat usai berolahraga di Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Minggu (13/9/2020). Jelang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total yang rencananya dilaksanakan pada Senin (14/9/2020) masih banyak masyarakat yang melakukan olahraga dan beraktivitas di luar rumah.

Warga beristirahat usai berolahraga di Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Minggu (13/9/2020). Jelang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total yang rencananya dilaksanakan pada Senin (14/9/2020) masih banyak masyarakat yang melakukan olahraga dan beraktivitas di luar rumah.

Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Sejumlah tempat kegiatan masih bisa beroperasi saat pengetatan PSBB dijalankan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan, apabila ditemukan kasus positif Covid-19 dalam aktivitas usaha yang masih diizinkan, maka seluruh usaha dan kegiatan di lokasi tersebut harus ditutup paling sedikit tiga hari operasi. Pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Ibu Kota mulai berlaku Senin (13/9) selama dua pekan ke depan.

"Bukan hanya kantornya, tapi gedungnya semua harus tutup selama tiga hari operasi. Ini diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2020," ujar Anies dalam konferensi pers daring, Ahad (13/9).

Sejumlah tempat kegiatan masih bisa beroperasi saat pengetatan PSBB dijalankan. Pasar dan pusat perbelanjaan dapat beroperasi dengan menetapkan batasan kapasitas 50 persen pengunjung yang berada di lokasi yang bersamaan.

Restoran, kafe, atau rumah makan yang berada di dalamnya tetap hanya boleh menerima pesan antar dan bawa pulang.

Kemudian, tempat ibadah di lingkungan permukiman yang digunakan warga dapat beroperasi dengan kapasitas 50 persen. Akan tetapi, tempat ibadah yang dikunjungi peserta dari berbagai komunitas dan berbagai lokasi dan tempat ibadah di kampung/komplek yang zona merah tidak diizinkan untuk beroperasi.

Baca Juga


"Jadi misalnya Masjid Raya harus ditutup dulu, tapi tempat ibadah di komunitas tetap bisa dijalankan," kata Anies.

Kemudian terkait kegiatan perkantoran swasta yang masuk kategori nonesensial masih bisa beroperasi dengan pembatasan kapasitas. Pimpinan kantor tempat kerja wajib mengatur mekanisme bekerja dari rumah bagi para karyawan.

Apabila karyawan harus bekerja di kantor, maka pimpinan tempat kerja wajib membatasi paling banyak hanya 25 persen pekerja yang berada di tempat kerja dan dalam waktu bersamaan.

"Ini berlaku selama dua pekan ke depan. Dan bila di pasar, di pusat perbelanjaan, di perkantoran, ditemukan kasus positif, maka bukan saja kantor atau penyewa di lantai tertentu tapi seluruh gedung akan ditutup selama tiga hari operasi," jelas Anies.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA