Thursday, 7 Safar 1442 / 24 September 2020

Thursday, 7 Safar 1442 / 24 September 2020

Pengakuan Ulama Yahudi Soal Kerasulan Muhammad SAW 

Ahad 13 Sep 2020 08:51 WIB

Rep: Andrian Saputra / Red: Nashih Nashrullah

Ulama Yahudi mengakui kerasulan Muhammad SAW saat di Madinah. Kaligrafi Muhammad SAW ilustrasi

Ulama Yahudi mengakui kerasulan Muhammad SAW saat di Madinah. Kaligrafi Muhammad SAW ilustrasi

Foto: wikipedia
Ulama Yahudi mengakui kerasulan Muhammad SAW saat di Madinah.

REPUBLIKA.CO.ID,  Abdullah bin Salam adalah seorang ulama Yahudi yang kemudian yang kemudian bersaksi tentang kerasulan Muhammad SAW. Kesaksian Abdullah bin Salam ini dapat ditemukan dalam Musnad Imam Ahmad, kitab Al-Ath’imah dan Al-Qiyamah At- Tirmidzi, Ath’imah dan Iqamat Ash-Shalah Ibnu Majah: 

 جاء عبد الله بن سلام مع الناس ليرى رسول الله - صلى الله عليه وسلم -، فقال: أول ما قدم رسول الله ـ صلى الله عليه وسلم ـ المدينة انجفل ( أسرع ) الناس إليه، فكنت فيمن جاءه، فلمّا تأملت وجهه، واستثبته علمت أنّ وجهه ليس بوجه كذاب!، قال: وكان أول ما سمعت من كلامه أن قال: أيها الناس! أفشوا السّلام، وأطعموا الطعام، وصلوا بالليل والناس نيام، تدخلوا الجنة بسلام    

"Ketika Rasulullah tiba, orang-orang pun ramai mengerumuni beliau. Termasuk aku. Ketika kuperhatikan wajah Rasulullah, tampak jelas bagiku bahwa wajah beliau bukanlah wajah seorang pendusta. Dan hal pertama yang kudengar dari beliau adalah ucapan, 'Tebarkanlah salam, berikanlah makanan, sambunglah silaturahim, sholatlah ketika orang lain tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan damai." 

Abdullah bin Salam merupakan tokoh penting bagi Islam terlebih mulanya dia adalah seorang ulama Yahudi. Bahkan Ibnu Hajar dalam kitabnya Al-Ishabah 2/320 menyatakan bahwa Abdullah bin Salam itu sangat terkemuka dan merupakan keturunan Nabi Yusuf.  

Bahkan Allah memuji keislaman Abdullah bin Salam dan menjadikannya dalil untuk melawan kaum kafir. Sebagaimana dalam Alquran surat Al0Ahqaf (46:10):  

قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِن كَانَ مِنْ عِندِ ٱللَّهِ وَكَفَرْتُم بِهِۦ وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِّنۢ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ عَلَىٰ مِثْلِهِۦ فَـَٔامَنَ وَٱسْتَكْبَرْتُمْ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّٰلِمِينَ

“Katakanlah: Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Al Quran itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israel mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang disebut dalam) Al Quran lalu dia beriman, sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”  

Ulama kharismatik Turki, Muhammad Fethullah Gulen mengatakan yang disebut dengan seorang saksi dari Bani Israil itu adalah Abdullah bin Salam.   

"Yang dimaksud dengan seorang saksi dari bani Israil yang disebutkan di dalam ayat ini tidak lain adalah Abdullah bin Salam. Meskipun sebagian mufasir menyatakan bahwa yang dimaksud ayat ini adalah Nabi Musa karena ayat ini termasuk ayat Makkiyyah, namun pendapat yang lebih kuat menyatakan bahwa ayat ini tergolong ayat Madaniyyah walaupun surat Al-Ahqaf sendiri termasuk surat Makkiyyah. Ayat ini adalah sebuah ayat Madaniyyah dan isinya menunjuk sosok Abdullah bin Salam."

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA