Thursday, 7 Safar 1442 / 24 September 2020

Thursday, 7 Safar 1442 / 24 September 2020

Jumlah Kata, Kalimat, dan Sifat Allah dalam Ayat Kursi  

Sabtu 12 Sep 2020 23:06 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah

Ayat kursi merupakan salah satu ayat yang agung dalam alquran. Ilustrasi membaca ayat suci.

Ayat kursi merupakan salah satu ayat yang agung dalam alquran. Ilustrasi membaca ayat suci.

Foto: AP /Hatem Moussa
Ayat kursi merupakan salah satu ayat yang agung dalam alquran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – 

Baca Juga

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ 

Alquran surat Al-Baqarah ayat 255 atau yang dikenal sebagai Ayat Kursi disebut sebagai ayat paling agung dalam Alquran. Karena ayat ini meliputi makna tauhid, kebesaran. dan luasnya sifat Allah SWT.

Syekh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam kitab tafsirnya, menjelaskan tafsir ayat kursi. Syekh Abdurrahman menerangkan bahwa ayat 255 surat Al-Baqarah adalah ayat paling mulia dalam Kitabullah. 

 ٱللَّهُ Allah: Nama Dzat Tuhan Tabaraka wa Ta'ala

لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ Laa ilaha illa huwa: Ilah adalah sesembahan dan tidak ada sesembahan yang haq melainkan Allah. Karena Allah yang Mahamenciptakan, Mahamemberi rezeki dan Mahamengatur segala sesuatu. Hanya kepada-Nya lah segala sesuatu dikembalikan. Maka segala sesuatu yang disembah selain Allah tidak boleh diibadahi dan batil.

ٱلْحَىُّ Al-Hayyu: Dzat yang memiliki kehidupan yang mulia dan tidak dimiliki selain Allah Ta'ala. Hal ini yang membuat Allah berkuasa, berkehendak, berilmu, mendengar, melihat dan berbicara. 

ٱلْقَيُّومُ  Al-Qayyum: Dzat yang mengatur segala sesuatu yang ada di kerajaan-Nya baik yang di atas maupun yang di bawah bumi. Dzat yang mengatur setiap jiwa apa yang mereka perbuat.

سِنَةٌ  Sinnah: Rasa kantuk yang ada sebelum tidur.

كُرْسِيُّهُ Kursiyyuhu: Al-Kursiy maknanya adalah tempat meletakkan kedua kaki. Tidak ada yang mengetahui hakikatnya kecuali Allah.

يَـُٔودُهُ Ya'uduhu: memberatkan dan menyulitkan-Nya.

 

Makna ayat: 

Ketika Allah SWT mengabarkan mengenai keadaan hari kiamat, yaitu hari di mana tidak ada jual beli maupun syafaat, dan orang-orang kafir termasuk orang-orang zalim, Allah mengabarkan tentang kemuliaan, kesempurnaan dan besarnya kekuasaan-Nya. 

Dia lah Allah yang pantas disembah dengan benar dan peribadahan kepada-Nya lah yang menyelamatkan hamba dari kengerian hari kiamat. "Allah SWT : Allah Dzat yang tidak ada sesembahan selain-Nya." Yaitu Allah satu-satunya Dzat yang pantas disembah dengan benar dan tidak ada sesembahan yang pantas disembah selain-Nya.

Firman Allah (ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ al-hayyul-qayyum) Dzat yang Mahahidup tidak didahului oleh kematian dan juga tidak akan didatangi kematian. Al-Qayyum artinya Mahamulia yang mengurusi segala urusan makhluk, jika bukan karena kekuasaan-Nya pastilah tidak akan tegak urusan alam semesta ini.

Firman Allah (لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ la ta'khuzzuhu sinatuw wa la na'um) Tidak mengantuk dan tidak tidur. Karena mengantuk dan tidur merupakan sifat cacat (kurang), padahal Allah SWT yang memiliki kesempurnaan secara mutlak. Potongan ayat ini sebagai penjelasan dalam potongan ayat sebelumnya, di mana makhluk yang mengantuk dan tidur tidak memiliki kekuasaan terhadap seluruh makhluk, tidak bisa memberikan penjagaan, rezeki dan pengaturan.

Firman Allah (لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ lahu ma fis-samawati wa ma fil-ard) Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Berupa penciptaan makhluk, kepemilikan dan pengaturannya. 

Firman Allah (مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ man dzallazi yasyfa'u 'indahu illa bi'idznih) Siapakah yang memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah Ta'ala yang memiliki segala sesuatu yang ada di langit maupun di bumi, menafikan siapapun di dunia maupun di akhirat untuk memberikan syafa'at tanpa seizin dari-Nya.

Firman Allah (يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ya'lamu ma baina aidihim wa ma khalfahum) disebabka kelemahan total mereka.

Firman Allah (وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ wasi'a kursiyyuhus-samawati wal-ard) Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Karena kesempurnaan Dzat-Nya.

Firman Allah (وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا  wa la ya'uduhu hifzuhuma) Tidak memberatkan atau menyulitkan-Nya penjagaan terhadap langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dan di dalamnya.

Firman Allah (وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ wa huwal-'aliyyul-'azim) Al-'Aliy yaitu Mahatinggi yang tidak ada sesuatu pun di atas-Nya dan Mahaperkasa yang tidak terkalahkan oleh yang lain-Nya, dan Mahabesar di mana hal yang lain kecil di hadapan-Nya.

Pelajaran:

Ini merupakan ayat yang paling mulia di dalam kitabullah. Mengandung delapan belas nama Allah baik yang jelas maupun tersirat. Jumlah kata dalam ayat ini ada lima puluh dan jumlah kalimatnya ada sepuluh, seluruhnya berbicara kemuliaan Dzat-Nya, ilmu-Nya dan kekuasaan-Nya serta besarnya kekuasaan Allah. Dianjurkan (sunnah) untuk membacanya setelah selesai sholat wajib, ketika akan tidur, dan di dalam rumah untuk mengusir setan.

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA