Friday, 8 Safar 1442 / 25 September 2020

Friday, 8 Safar 1442 / 25 September 2020

Tambang Emas Longsor, 50 Orang Tewas di Kongo

Sabtu 12 Sep 2020 09:08 WIB

Red: Friska Yolandha

Sedikitnya 50 orang dianggap telah tewas ketika sebuah tambang emas yang dieksploitasi secara tradisional runtuh dekat Kamituga di wilayah timur Republik Demokratik Kongo pada Jumat (11/9) sore.

Sedikitnya 50 orang dianggap telah tewas ketika sebuah tambang emas yang dieksploitasi secara tradisional runtuh dekat Kamituga di wilayah timur Republik Demokratik Kongo pada Jumat (11/9) sore.

Foto: Nacho Doce/Reuters
Kecelakaan tambang sering terjadi di tambang-tambang tradisional di Kongo.

REPUBLIKA.CO.ID, GOMA -- Sedikitnya 50 orang dianggap telah tewas ketika sebuah tambang emas yang dieksploitasi secara tradisional runtuh dekat Kamituga di wilayah timur Republik Demokratik Kongo pada Jumat (11/9) sore.  Keruntuhan itu terjadi di lokasi tambang "Detroit" sekitar pukul 3 sore waktu setempat setelah hujan lebat.

Baca Juga

"Beberapa penambang berada di lubang yang tertutup runtuhan dan tak seorang pun dapat keluar. Kami sedang memperbincangkan sekitar 50 orang muda," kata Emiliane Itongwa, Presiden Prakarsa Dukungan dan Supervisi Sosial atas Perempuan.

Foto-foto dan video media sosial memperlihatkan ratusan orang, sebagian di antaranya dapat didengar menjerit di lereng sekitar jalan masuk lubang tambang.

Tambang itu tidak terletak di konsesi emas Kamituga yang dimiliki oleh Korporasi Banro perusahaan tambang Kanada, kata kepala pengelolaan perusahaan itu.

Kecelakaan-kecelakaan penambangan sering terjadi di lokasi tambang tradisional di Kongo. Lusinan tewas setiap tahun di tambang-tambang di mana para penggali dengan peralatan seadanya mengeruk tanah yang dalam untuk mencari bijih emas.

Peristiwa longsor di bekas tambang emas menewaskan 16 orang pada Oktober tahun lalu. Sementara 43 penambang liar tewas pada longsor yang lain di sebuah penambangan tembaga dan kobalt pada Juni 2019.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA