Saturday, 9 Safar 1442 / 26 September 2020

Saturday, 9 Safar 1442 / 26 September 2020

Microsoft: Peretas Rusia, Cina, dan Iran Targetkan Kampanye Trump dan Biden

Sabtu 12 Sep 2020 06:08 WIB

Rep: deutsche welle/ Red: deutsche welle

picture-alliance/newscom/UPI Photo/J. Angelillo

picture-alliance/newscom/UPI Photo/J. Angelillo

Microsoft: Peretas Rusia, Cina, dan Iran Targetkan Kampanye Trump dan Biden

Perusahaan teknologi raksasa AS Microsoft mengumumkan pada Kamis (10/09) bahwa operasi serangan siber Rusia, Cina dan Iran telah menargetkan kampanye pemilihan Presiden AS Donald Trump dan rivalnya dari Demokrat, Joe Biden.

“Temuan aktivitas yang kami umumkan hari ini memperjelas bahwa ada kelompok asing yang telah meningkatkan upayanya untuk menargetkan pemilu 2020 seperti yang telah terjadi sebelumnya,” kata Tom Burt, wakil presiden Microsoft untuk keamanan pelanggan.

Burt merujuk pada tuduhan bahwa peretas Rusia telah menargetkan pemilihan presiden AS pada 2016 lalu. Badan intelijen AS dan perusahaan keamanan siber swasta sama-sama menuduh unit intelijen militer Rusia (GRU) yang dijuluki “Fancy Bear” atau “Beruang Mewah” menjadi dalang di balik upaya peretasan di tahun itu.

Microsoft mengatakan bahwa “Fancy Bear” belakangan juga aktif dalam upaya terbarunya untuk menyusup ke kedua kampanye capres AS saat ini.

“Apa yang kami lihat konsisten dengan pola serangan sebelumnya yang tidak hanya menargetkan calon dan staf kampanye, tapi juga orang-orang yang mereka ajak berkonsultasi tentang isu-isu utama,” tambah Burt.

‘Jujur dan adil’

Menanggapi hal ini, pejabat kampanye Trump mengatakan bahwa pihaknya tidak kaget sama sekali, mengingat upaya pemilihan kembali presiden adalah sebuah “target besar”.

Meski begitu, “Presiden Trump akan mengalahkan Joe Biden dengan adil dan jujur dan kami tidak membutuhkan atau menginginkan campur tangan asing,” kata Tim Murtaugh, Direktur Komunikasi kampanye Trump.

Pemerintah Cina dan Iran belum mengomentari masalah ini. Sementara, Juru Bicara Kedutaan Rusia di AS, Nikolay Lakhonin, mengatakan bahwa otoritas AS belum memberikan “bukti faktual” yang mendukung tuduhan mereka atas Rusia.

gtp/rap (Reuters,AP)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan deutsche welle. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab deutsche welle.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA