Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Trump: Dalam Waktu Dekat Ada Negara Lain Ikuti Jejak UEA

Jumat 11 Sep 2020 14:10 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Foto: AP/Patrick Semansky
Negosiator AS bergerilya ke negara Teluk agar mau normalisasi hubungan dengan Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, kemungkinan akan ada negara lain yang mengikuti jejak Uni Emirat Arab (UEA) untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Negosiator AS telah bergerilnya ke sejumlah negara Teluk, seperti Bahrain dan Oman untuk merayu mereka agar membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

"Dalam waktu dekat Anda akan mendengar ada negara lain yang ikut bergabung. Dan Anda bisa memiliki perdamaian di Timur Tengah," ujar Trump.

Trump tidak mengungkapkan negara mana yang akan melakukan normalisasi hubungan dengan Israel. Namun dia mengisyaratkan bahwa Arab Saudi akan menjadi negara berikutnya yang mengikuti jejak UEA.
“Saya pikir apa yang pada akhirnya akan terjadi adalah Anda akan memiliki cukup banyak negara yang masuk. Yang besar akan datang. Saya berbicara dengan raja Arab Saudi, jadi kita berbicara. Kami baru saja memulai dialog," ujar Trump.

Normalisasi hubungan antara UEA dan Israel mendapatkan kecaman dari Palestina. Namun Trump optimistis, Palestina akan membuka dialog dengan Israel untuk mencapai kesepakatan perdamaian.

Trump menambahkan, AS akan mempertimbangkan untuk mencabut pembekuan bantuan kepada Palestina, jika ada kesepakatan yang dicapai dengan Israel. “Saya terus terang terkejut mereka belum pernah ke meja perundingan sebelumnya,” kata Trump.

Pekan depan, Trump akan menjadi tuan rumah dalam upacara penandatanganan kesepakatan normalisasi hubungan antara UEA dan Israel. Upacara penandatanganan itu akan dihadiri oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri UEA Sheikh Abdullah bin Zayed al-Nahyan. Dalam cicitannya di Twitter, Netanyahu mengatakan bahwa dirinya merasa bangga bisa ikut ambil bagian dalam peristiwa bersejarah tersebut.

"Saya bangga karena minggu depan datang ke Washington atas undangan Presiden Trump untuk mengambil bagian dalam upacara bersejarah di Gedung Putih, untuk perjanjian damai antara Israel dan Uni Emirat (Arab)," ujar Netanyahu.

Kesepakatan normalisasi hubungan Israel-UEA tercapai setelah Presiden Trump, Netanyahu, dan Putra Mahkota UEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan melakukan pembicaraan via telepon. Di bawah kesepakatan tersebut, Israel setuju untuk menangguhkan rencana pencaplokan sebagian wilayah Tepi Barat.

Normalisasi hubungan UEA-Israel menandai ketiga kalinya negara Arab membuka hubungan diplomatik secara penuh dengan Israel. Negara Arab lainnya yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel adalah Mesir dan Yordania.

 

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA