Friday, 8 Safar 1442 / 25 September 2020

Friday, 8 Safar 1442 / 25 September 2020

UMY Ajak Satu Kecamatan di Bantul Kenakan Masker

Kamis 10 Sep 2020 17:48 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq

Pencanangan Gerakan Masyarakat Kasihan Bermasker.

Pencanangan Gerakan Masyarakat Kasihan Bermasker.

Foto: Dokumen.
Ini inisiasi UMY untuk memberi edukasi ke masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Kasus Covid-19 di Indonesia sudah menyentuh 203 ribu orang dengan angka yang terus melonjak. Kesadaran masyarakat cegah penyebaran masih pula rendah, bahkan sekadar mencuci tangan, menjaga jarak, dan menggunakan masker.

Kesadaran rendah turut dialami di masyarakat Kecamatan Kasihan, yang masuk tiga besar penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bantul, DIY. Karenanya, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan langkah-langkah meningkatkan kesadaran.

Salah satunya lewat Gerakan Masyarakat Kasihan Bermasker. Menggandeng aparat kecamatan, puskesmas, Forum Pengurangan Risiko Bencana, Polsek, dan Danramil, mereka mengajak warga mau memakai masker untuk diri sendiri dan orang lain.

Ini inisiasi UMY untuk memberi edukasi ke masyarakat, khususnya di Kecamatan Kasihan, untuk tetap disiplin menerapkan 3M. Rektor UMY, Dr Gunawan Budiyanto mengatakan, targetnya pemilik kafe, restoran, dan warung makan.

"Gerakan ini merupakan bentuk penyadaran bagi masyarakat mengenai pentingnya memutus rantai penyebaran Covid-19 atau transmisi sosial, mengingat jumlah kasus Covid-19 di Indonesia yang terus naik, namun kesadaran masyarakat menurun," kata Gunawan, di Kantor Kecamatan Kasihan, Rabu (9/9) malam.

Ia menuturkan, jumlah masyarakat yang disiplin menerapkan 3M sangat rendah, hanya 17 persen. Karenanya, penting sadarkan kedisiplinan masyarakat dengan menyebarluaskan gerakan 3M yang salah satunya merupakan gerakan bermasker.

"Melalui gerakan ini, mewujudkan fungsi perguruan tinggi sebagai pengabdian masyarakat melalui edukasi disiplin gunakan masker dan semoga dapat disambut kampus-kampus lain, terutama kampus yang masih di Kecamatan Kasihan," ujar Gunawan.

Camat Kasihan, Slamet Santosa, menyambut baik gerakan ini dan menyampaikan gerakan ini merupakan kolaborasi sinergi antara Kecamatan Kasihan, perguruan tinggi, dan masyarakat. Yang mana, penting bersatu padu mencegah Covid-19.

Perkembangan saat ini masih cenderung tinggi, khususnya Kasihan yang masuk tiga besar kasus penyebaran Covid-19 di Bantul. Maka itu, menjadi tugas bersama bisa membangun kesadaran masyarakat melalui gerakan seperti ini.

"Yang didukung Puskesmas Kasihan II yang juga memiliki program sosialisasi dalam rangka pencegahan Covid-19 dan pola hidup sehat, salah satunya dengan cara penggunaan masker pada masa pandemi Covid-19," katanya.

Gerakan ini tidak hanya sosialisasi disiplin memakai masker, namun edukasi pemilik tempat usaha menyediakan tempat cuci tangan yang layak. Sebab, ini jadi gerakan penting tidak cuma bagi Kecamatan Kasihan, tapi bagi Bantul.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA