Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Wednesday, 14 Jumadil Akhir 1442 / 27 January 2021

Pelaksanaan Protokol Kesehatan Kunci Pemulihan Pariwisata

Kamis 10 Sep 2020 12:36 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Hiru Muhammad

Wisatawan berjalan-jalan di Kawasan Malioboro, Yogyakarta, Selasa (8/9). Kawasan Malioboro tampak sepi dibanding hari biasanya. Beberapa pedagang di zona 3 tidak berjualan. Hal ini menyusul salah satu pedagang kaki lima positif terjangkit covid-19. Berdasarkan hasil penelusuran ada 15 orang yang memiliki riwayat kontak. Pemkot Yogyakarta belum memiliki opsi untuk menutup Malioboro. Dan pedagang yang memiliki riwayat kontak yang menutup lapaknya.

Wisatawan berjalan-jalan di Kawasan Malioboro, Yogyakarta, Selasa (8/9). Kawasan Malioboro tampak sepi dibanding hari biasanya. Beberapa pedagang di zona 3 tidak berjualan. Hal ini menyusul salah satu pedagang kaki lima positif terjangkit covid-19. Berdasarkan hasil penelusuran ada 15 orang yang memiliki riwayat kontak. Pemkot Yogyakarta belum memiliki opsi untuk menutup Malioboro. Dan pedagang yang memiliki riwayat kontak yang menutup lapaknya.

Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Kemenparekraf menerbitkan buku panduan terkait protokol kesehatan berbasis CHSE

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menegaskan, pelaksanaan protokol kesehatan menjadi kunci keberhasilan dalam upaya pemulihan pariwisata nasional.

“Kunci keberhasilan pariwisata agar dapat segera rebound adalah pelaksanaan protokol kesehatan berbasis CHSE (Clean, Health, Safety & Enviromental Sustainability) dengan baik dan disiplin di tiap destinasi tujuan dan pelaku sektor pariwisata,” kata Menparekraf Wishnutama Kusbandio, Kamis (10/9).

Wishnutama menegaskan, tanpa pelaksanaan protokol kesehatan yang baik dan disiplin yang tinggi maka tidak mudah bagi sektor pariwisata Indonesia untuk dapat bangkit kembali. Pihaknya telah menerbitkan buku panduan khusus terkait protokol kesehatan berbasis Clean, Health, Safety & Enviromental Sustainbility (CHSE) bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di tanah air. “Jadi kuncinya adalah pelaksanaan protokol kesehatan,” katanya.

Oleh karena itu dalam upaya meningkatkan penerapan protokol kesehatan, Kemenparekraf telah mengusulkan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) agar Hibah Pariwisata ke daerah difokuskan untuk peningkatan kualitas pelaksanaan protokol kesehatan berbasis CHSE di destinasi pariwisata. “Kemenparekraf sudah mengusulkan ke Kemenkeu agar Hibah Pariwisata sebesar Rp 3,3 triliun ke daerah difokuskan untuk program penerapan protokol CHSE di berbagai destinasi pariwisata,” katanya.

Presiden Joko Widodo sebelumnya mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 akan membuka sebuah perubahan tentang tren pariwisata di dunia. Dimana isu health dan hygiene serta safety dan security akan menjadi pertimbangan utama bagi wisatawan."Presiden meminta sehabis pandemi ini harus melakukan inovasi, perbaikan-perbaikan sehingga bisa cepat beradaptasi dengan perubahan tren yang kemungkinan besar nanti akan terjadi di dunia pariwisata global," katanya.

Selanjutnya, kata Wishnutama, isu utamanya adalah keselamatan dan kesehatan, maka protokol tatanan normal baru di sektor pariwisata harus menjadi jawab. "Mulai dari protokol kesehatan yang ketat di sisi transportasinya, di sisi hotelnya, di sisi restorannya, dan juga di area-area wisata yang kita miliki," katanya menambahkan. 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA