Monday, 28 Zulqaidah 1443 / 27 June 2022

Perjalanan Habib Umar (1)

Rabu 09 Sep 2020 18:29 WIB

Rep: Hasanul Rizqa/ Red: Muhammad Hafil

Habib Umar Bin Hafidz

Habib Umar Bin Hafidz

Foto: The Muslim 500
Keluarga Habib Umar bermazhab fikih Imam Syafi'i.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa para ulama merupakan pewaris para nabi. Keistimewaan orangorang yang beriman dan berilmu juga ditegaskan dalam Alquran, misalnya, melalui surah al- Mujadalah ayat 11. Namun, warisan tersebut juga dapat mengalir kepada ketu runan Rasulullah SAW sendiri. Mereka adalah kalangan yang akrab dengan gelar habib.

Salah seorang tokoh pendidikan Islam yang bernasab sampai kepada Nabi Muham mad SAW adalah al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafizh. Dia lahir pada 27 Mei 1963 di Tarim, Hadramaut, Yaman. Kota tersebut cukup dikenal luas sebagai daerah yang memun cul kan sosoksosok aulia dan dai kenamaan. Secara silsilah, Habib Umar merupakan keturunan Rasulullah SAW dari garis Imam Husain, putra pasangan Ali bin Abi Thalib dan Fatimah binti Nabi Muham mad SAW.

Keluarga Habib Umar bermazhab fikih Imam Syafi'i. Mereka juga termasuk kalangan Ahlussunah waljamaah dengan kecenderungan pada tariqah Bani Alawi. Orang-orang Alawiyyin di Hadra maut selalu memandang pendidikan sebagai kunci mewariskan ilmu dan menguatkan keimanan generasi penerus. Karena itu, Habib Umar semasa belia sudah dibekali ilmu-ilmu agama, utamanya pengetahuan tentang Alquran dan sunah. Di bawah bimbingan sang ayah, Habib Umar mulai belajar membaca dan menghafalkan Alquran.

Selain itu, Habib Umar juga mempelajari ilmu fikih, ushul fikih, tata bahasa Arab, akidah, dan tasawuf kepada ber agam guru di Hadramaut. Mereka antara lain adalah Habib Muhammad bin Alawi bin Syihab al-Din, Syekh Ahmad bin Ali bin Syekh Abu Bakar, Syekh Habib bin Umar Alaqi al-Kaf, dan Habib Ahmad bin Hassan al-Haddad. Habib Umar juga menuntut ilmu pada sejumlah ulama yang mengajar di Ribat, Tarim.

Ayahnya, al-Habib Muhammad bin Salim, merupakan sosok yang menginspirasi nya agar menjadi dai yang tangguh di kemudian hari. Habib Muhammad mening gal dunia sebagai syuhada karena dibunuh oleh sekelompok simpatisan komunis. Yaman -sejak hengkangnya kolonialisme Inggris pada 1963- merupakan negara yang mengalami siasat pergerakan komunisme internasional.

Kepemimpinan salah satu faksi na sionalis Yaman diduduki golongan komunis pada 1969. Tiga tahun kemudian, negara tersebut pecah menjadi dua, yakni Yaman Utara yang berhaluan nasionalis dan Yaman Selatan yang berpihak pada komunisme. Wilayah Hadramaut ikut dikuasai kelompok komunis.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA