Tuesday, 10 Rabiul Awwal 1442 / 27 October 2020

Tuesday, 10 Rabiul Awwal 1442 / 27 October 2020

Pinjaman Konsumen Amerika Kembali Naik Pada Juli

Rabu 09 Sep 2020 09:32 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Friska Yolandha

Utang (ilustrasi). Tingkat pinjaman konsumen Amerika Serikat (AS) naik 3,6 persen pada Juli. Ini menjadi kenaikan bulanan kedua setelah pandemi Covid-19 menyebabkan pinjaman turun tajam pada tiga bulan sebelumnya.

Utang (ilustrasi). Tingkat pinjaman konsumen Amerika Serikat (AS) naik 3,6 persen pada Juli. Ini menjadi kenaikan bulanan kedua setelah pandemi Covid-19 menyebabkan pinjaman turun tajam pada tiga bulan sebelumnya.

Foto: AP Photo/LM Otero
Besaran pinjaman pada Juli naik 12,2 miliar dolar AS.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Tingkat pinjaman konsumen Amerika Serikat (AS) naik 3,6 persen pada Juli. Ini menjadi kenaikan bulanan kedua setelah pandemi Covid-19 menyebabkan pinjaman turun tajam pada tiga bulan sebelumnya.

The Federal Reserve (The Fed) melaporkan pada Selasa (8/9), besaran pinjaman pada Juli naik 12,2 miliar dolar AS. Sebelumnya, pada Juni, tingkat pinjaman juga naik 3,3 persen, kontras dengan penurunan tajam pada Maret, April dan Mei.

Seperti dilansir AP News, Selasa, pertumbuhan pinjaman pada Juli berasal dari kenaikan pinjaman mobil dan pinjaman mahasiswa sebesar 12,5 miliar dolar AS. Sedangkan, kategori yang mencakup kartu kredit turun 293 juta dolar AS, turun selama lima bulan berturut-turut.

Baca Juga

Ekonom senior di Oxford Economics Nancy Vanden Houten memprediksi akan ada sedikit rebound pada kategori kartu kredit dalam beberapa bulan mendatang. Tapi, ia menyebutkan, pemulihan belanja konsumen yang lambat dan standar pinjaman yang ketat akan membatasi limit atas untuk keuntungan kartu kredit.

Pinjaman konsumen diawasi dengan teliti untuk menjadi sinyal dan menggambarkan kesediaan konsumen untuk mengambil lebih banyak utang guna mendukung pengeluaran mereka. Belanja konsumen menyumbang 70 persen dari aktivitas ekonomi Amerika.

Secara keseluruhan, perekonomian Amerika yang diukur dengan Produk Domestik Bruto, menyusut 31,7 persen secara tahunan pada kuartal April hingga Juni. Pandemi Covid-19 membuat sebagian besar usaha Amerika harus terhenti, dunia usaha berhenti beroperasi dan menyebabkan jutaan orang kehilangan pekerjaan. Belanja konsumen turun 34,1 persen pada kuartal kedua.

Perekonomian telah menunjukkan tanda-tanda rebound pada beberapa bulan terakhir. Banyak ekonom percaya, PDB akan naik secara tahunan sebesar 25 persen atau lebih baik pada kuartal ketiga.

Tapi, ada kekhawatiran, pertumbuhan tersebut tidak akan mampu menutupi output yang hilang pada kuartal pertama dan kedua. Khususnya setelah melihat penyebaran virus corona yang masih ada pada bulan-bulan terakhir kuartal ketiga ini hingga memaksa pembatasan aktivitas ekonomi kembali.

Laporan bulanan The Fed tentang belanja konsumen tidak termasuk hipotek atau jenis pinjaman lain yang dijamin dengan real estate seperti pinjaman ekuitas rumah. Kenaikan bulan Juli mendorong total kredit menjadi 4,14 triliun dolar AS, masih di bawah puncak bulan Februari sebesar 4,21 triliun dolar AS.

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA