Saturday, 6 Rajab 1444 / 28 January 2023

Alternatif Medsos, Hadir Forum 100 Persen Anonim

Selasa 08 Sep 2020 14:49 WIB

Red: Fernan Rahadi

FOMO

FOMO

Foto: dokpri
FOMO sendiri pun tidak dapat mengidentifikasi siapa saja penggunanya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sudah bukan rahasia lagi bahwa menggunakan media sosial secara berlebihan memiliki efek buruk bagi kesehatan mental seseorang. Meskipun berselancar di media sosial bisa membuat orang senang, namun di sisi lain, seseorang bisa merasa kesepian, hilang kepercayaan diri, bahkan depresi.

Dikutip dari Forbes beberapa waktu lalu, hal ini bisa terjadi karena adanya perbandingan sosial. Seseorang akan membandingkan dirinya sendiri dengan orang lain yang mereka lihat melalui media sosial entah lebih buruk ataupun lebih baik. Hal ini mengakibatkan adanya rasa kompetisi antara satu orang dengan orang yang lain, yang justru akan berdampak negatif kepada pribadi seseorang.

Bersosial di media sosial jadi ajang hebat-hebatan. Bahkan ada media sosial yang menghilangkan tampilan jumlah likes yang didapat oleh sebuah postingan di media sosial tersebut. "Kami ingin followers Anda fokus pada apa yang Anda bagikan, bukan berapa banyak jumlah likes yang Anda dapat," begitu tulisan yang ada di halaman notifikasi aplikasi media sosial tersebut.

Baru-baru ini, hadir aplikasi baru bernama FOMO Indonesia yang menyajikan sesuatu yang unik dan berbeda. Perintis FOMO Niko Questera mengatakan, FOMO adalah sebuah forum 100 persen anonim bagi para profesional untuk saling berinteraksi dan berbagi informasi dalam dunia profesional. 

"FOMO dapat menjadi wadah yang tepat bagi Anda yang ingin berdiskusi secara positif, tanpa stigma dan bebas untuk mengemukakan pendapat," kata Niko dalam siaran persnya, Selasa (8/9).

Niko mengungkapkan, anonimitas bisa menjadi jawaban yang tepat untuk Anda yang ingin bebas mengemukakan pendapat tanpa ada yang menghakimi. "Identitas Anda tidak akan terlihat pada forum diskusi, sehingga Anda memiliki nilai yang sama dengan user yang lain," kata Niko menambahkan.

Perintis FOMO lainnya, Peter Adjiwibawa, menambahkan, kami ingin agar orang fokus pada nilai dari sebuah unggahan. Yaitu secara objektif, bukan subjektif. "Kami ingin setiap orang memiliki hak dan value yang setara satu sama lain," katanya.

FOMO menjadi wadah dimana Anda dapat mengobrol mengenai apa saja, bahkan topik sensitif sekalipun. Tidak akan ada yang menghakimi, karena identitas Anda tidak akan terlihat. 

"FOMO ini sangat cocok untuk Anda yang memiliki pertanyaan namun tidak tahu harus bertanya kepada siapa. Forum diskusi yang akan merahasiakan identitas Anda sehingga tidak ada unsur kompetitif di dalam forum," ujar Peter.

Sudah digunakan oleh lebih dari 1.500 pengguna dan lebih dari 500 perusahaan dan universitas yang terdaftar. FOMO sendiri pun tidak dapat mengidentifikasi siapa saja penggunanya, menjadikannya aplikasi 100 persen anonim pertama di Indonesia. 

"Anda dapat membicarakan topik baru, atau menjawab dan berpartisipasi langsung di dalam diskusi. Anda bisa mengobrol lebih dalam lagi dengan user lainnya secara personal lewat fitur direct message, dan Anda dapat melihat informasi lowongan pekerjaan dari berbagai sumber," katanya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA