Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Autoimun Bisa Terkontrol Jika Faktor Pencetus Dikendalikan

Senin 07 Sep 2020 23:59 WIB

Red: Yudha Manggala P Putra

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Foto: enforma
Autoimun itu akan berfluktuasi naik turun tergantung dengan kondisi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar autoimun sekaligus Ketua Pimpinan Pusat Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia Prof Iris Rengganis mengatakan kondisi penyakit autoimun sebenarnya dapat terkontrol dengan baik jika faktor pencetusnya bisa dikendalikan.

“Penyakit autoimun itu akan berfluktuasi naik turun tergantung dengan kondisi,” kata dia saat diskusi daring dengan tema mitos seputar autoimun yang dipantau di Jakarta, Senin.

Untuk mengetahui indikasi pasien biasanya dilakukan tanya jawab dan terkadang mereka malah tidak mengetahui apa faktor pencetus autoimun tersebut.

Di lain sisi, bahkan pasien biasanya mengalami stres saat mengetahui faktor pencetus penyakit mereka, namun dengan terus memberikan edukasi tentunya mereka dapat mengerti atau memahaminya.

“Nanti saat telah diberi edukasi biasanya pasiennya bilang pantesan saya setelah makan ini jadi begini, jadi pasiennya sadar,” kata dia.

Terkait dengan kesembuhan total, ia terus mengingatkan kepada para pasien penyakit autoimun bahwa hal itu jangan terlalu dipikirkan. Sebab, sesederhana alergi saja tidak bisa sembuh atau tergantung faktor pencetusnya.

Apalagi penyakit autoimun tidak diketahui pasti penyebabnya dan yang dapat dilakukan hanyalah mengendalikan faktor pencetus agar tidak kambuh.

“Penyuluhan-penyuluhan terkait ini harus dilakukan berulang sehingga pasien bisa menerima dan ikhlas. Begitu pula dengan keluarga perlu banyak memberikan dukungan,” katanya.

Dengan terkendalinya faktor pencetus, nanti ada yang disebut remisi dimana seorang penderita autoimun dapat hidup normal asalkan tidak melanggar penggunaan obat dari dokter.

Saat remisi, penggunaan obat yang berfungsi untuk mengendalikan sistem imun tersebut ialah dengan dosis seminimal mungkin atau digunakan selang seling dan tidak menimbulkan efek samping.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA