Saturday, 15 Rajab 1442 / 27 February 2021

Saturday, 15 Rajab 1442 / 27 February 2021

Ini Alasan Klaster Keluarga Covid-19 Membahayakan 

Senin 07 Sep 2020 19:10 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Ratna Puspita

Klaster keluarga Covid-19.

Klaster keluarga Covid-19.

Foto: Republika
Covid-19 berpotensi menulari kelompok rentan dalam keluarga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasus penularan virus corona SARS-CoV2 (Covid-19) kerap terjadi belakangan ini, khususnya di perkotaan seperti Jabodetabek. Sekjen Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Paru Indonesia-PDP Erlang Samoedro menjelaskan klaster ini sebenarnya membahayakan.

"Yang membahayakan adalah kita membawa virus ke dalam rumah dan di situ ada kelompok rentan di dalam keluarga seperti orang tua, anak-anak, bayi, dan balita," ujarnya saat mengisi konferensi virtual BNPB bertema "Cluster Keluarga dan Cara Menanganinya", Senin (7/9).

Erlang mengatakan kasus klaster keluarga biasanya dibawa anggota keluarga yang bepergian dari luar rumah. Ia menambahkan, klaster keluarga di Indonesia muncul lantaran saat ini masyarakat beraktivitas normal dan beraktivitas di luar. 

Baca Juga

Misalnya, bapak dan ibu yang bekerja atau beraktivitas di luar dan terinfeksi kemudian pulang ke rumah dan mengakibatkan transmisi menularkan virus ini ke dalam keluarga. Selain itu, dia melanjutkan, anak-anak yang main di sekitar lingkungan rumahnya juga bisa menjadi carrier membawa virus dan menulari yang lain. 

Namun, dia melanjutkan, orang-orang yang terinfeksi virus ini sering tidak menyadarinya karena gejala yang dirasakan ringan dan akhirnya dianggap biasa. "Seringkali gejala yang dialami seperti demam lumayan tinggi, batuk, pilek, hingga diare," katanya.

Karena itu, ia berharap, orang yang mengalami gejala-gejala tersebut, khususnya jika memiliki riwayat kontak dengan penderita virus ini, atau sehabis bepergian agar memeriksakan diri dengan metode polymerase chain reaction (PCR) atau swab. Ia menambahkan, pemeriksaan ini untuk memastikan apakah seseorang terknfeksi Covid-19.

Analis dan Penulis @pandemictalks Firdza Radiany mengatakan klaster keluarga ini muncul di Jabodetabek seperti 155 klaster keluarga di Bekasi, dan 48 klaster keluarga di Bogor. Selain itu, ada pula sembila klaster keluarga di Yogyakarta, delapan klaster keluarga di Semarang, dan 10 klaster keluarga di Malang. 

Firdza mengingatkan warga sebaiknya mulai memahami bahwa klaster keluarga ini berbahaya. Untuk meminimalisasi penularan, langkah yang dilakukan di antaranya anggota keluarga yang bekerja di luar rumah sebaiknya mengurangi interaksi dengan anggota keluarga yang ada di rumah dan bisa menjaga jarak sosial ketika masuk ke rumah.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA