Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Turki dan pasukan Siprus Turki Segera Mulai Latihan Militer

Senin 07 Sep 2020 13:17 WIB

Red: Muhammad Subarkah

Latihan perang tentara Turki.

Latihan perang tentara Turki.

Foto: Anadolu Agency
Latihan militer selama 5 hari dimulai pada Ahad lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Pasukan Turki dan Siprus Turki akan memulai latihan militer lima hari pada Minggu, ujar Kementerian Pertahanan Turki.

Latihan digelar di Republik Turki Siprus Utara dengan sandi “Latihan Badai Mediterania Kapten Martir Cengiz Topel,“ seorang pilot Angkatan Udara Turki yang menjadi martir selama konflik antarkomunitas di pulau itu pada 1964.

Kementerian mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Sabtu bahwa latihan tahunan itu bertujuan meningkatkan kerja sama militer, dan hubungan antara Komando Pasukan Perdamaian Siprus Turki dan Komando Pasukan Keamanan Republik Turki Siprus Utara.

Latihan akan diadakan dengan elemen udara, angkatan laut, dan darat dari Turki, ujar pernyataan itu.

Ketegangan tinggi terjadi di Mediterania Timur karena upaya Yunani dan negara lain menghalangi eksplorasi energi Turki di Mediterania Timur dan menyerobot wilayah maritimnya.

Seperti dilansir Anadolu Agency, Yunani berusaha membuat klaim teritorial maksimal berdasarkan pulau-pulau kecil yang terletak hanya beberapa kilometer dari Turki.

Yunani dan negara lain mencoba memasukkan Turki ke dalam garis pantainya, meskipun negara ini memiliki pantai terpanjang di Mediterania Timur.

Menyusul pembagian paksa pulau Siprus pada 1963 oleh Siprus Yunani, warga Siprus Turki menderita di bawah kampanye kekerasan etnis.

Pada 1974, terjadi kudeta yang bertujuan mencaplok Siprus ke Yunani, Ankara turun tangan sebagai kekuatan penjamin.

Pada 1983, Republik Turki Siprus Utara (TRNC) didirikan.

Selama beberapa dekade, ada upaya perundingan untuk menyelesaikan perselisihan, tapi selalu berakhir dengan kegagalan.

Terakhir, diadakan dengan partisipasi negara penjamin - Turki, Yunani, dan Inggris - pada 2017 di Swiss.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA