Senin 07 Sep 2020 09:33 WIB

IHSG Terkoreksi Diwarnai Sentimen Negatif Dalam Negeri

Sejumlah sentimen dalam negeri juga menyebabkan tekanan pasar.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Friska Yolandha
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan awal pekan ini, Senin (7/9). Indeks melemah 0,51 persen atau terkoreksi 26 poin ke level 5.213,26.
Foto: ANTARA/Puspa Perwitasari
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan awal pekan ini, Senin (7/9). Indeks melemah 0,51 persen atau terkoreksi 26 poin ke level 5.213,26.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona merah pada perdagangan awal pekan ini, Senin (7/9). Indeks melemah 0,51 persen atau terkoreksi 26 poin ke level 5.213,26. Pada perdagangan sebelumnya, IHSG juga terkoreksi hingga 0,78 persen. 

Direktur Anugerah Investama Sekuritas, Hans Kwee, mengatakan pelemahan IHSG ini sejalan dengan pergerakan bursa saham AS yang cenderung melemah beberapa hari terakhir. "Aksi jual di saham teknologi akibat kekhawatiran valuasi yang terlalu tinggi membuat pasar saham tertekan turun," kata Hans, Senin (7/9). 

Indeks Nasdaq telah naik lebih dari 80 persen sejak posisi terendah Maret 2020, sedangkan indeks S&P 500 dan Dow Jones juga telah naik lebih dari 60 persen. Hans melihat saham teknologi sudah naik terlalu banyak akibat harapan perolehan keuntungan akibat dampak pandemi. Hans memprediksi peluang koreksi saham teknologi masih mungkin berlanjut.

Selain itu, menurut Hans, sejumlah sentimen dari dalam negeri juga menyebabkan tekanan terhadap pasar. Di antaranya data infeksi Covid-19 di Indonesia yang masih terus meningkat. Masih naiknya kasus berpotensi memberi tekanan pada perekonomian. 

Hans melihat, kabar amandemen Undang-undang tentang Bank Indonesia (BI) juga menjadi sentimen negatif bagi pasar keuangan. BI terancam tidak independen karena akan berada di bawah Dewan Moneter yang dikepala Menteri Keuangan. 

"Belum lagi rumor pengawasan sektor keuangan tidak akan terintegrasi lagi menambah ketidak pastian pasar. Memang belum dapat dipastikan kabar ini tetapi menjadi sentimen negatif bagi pasar keuangan dan membuat pelaku pasar menjadi berhati-hati," tutur Hans. 

Menurut Hans, pasar saham masih berpeluang konsolidasi melemah akibat berbagai sentimen tersebut. IHSG pun diproyeksi akan bergerak dengan support di level 5.188 sampai 5.059 dan resistance di level 5.337 sampai 5.381.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement