Saturday, 2 Safar 1442 / 19 September 2020

Saturday, 2 Safar 1442 / 19 September 2020

UMM Rancang Desain Startup Bisnis Penghubung Laundry

Senin 07 Sep 2020 08:06 WIB

Rep: wilda Fizriyani/ Red: Hiru Muhammad

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengusulkan sebuah desain startup bisnis penghubung laundry rumahan bernama Hai Clean. 

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengusulkan sebuah desain startup bisnis penghubung laundry rumahan bernama Hai Clean. 

Foto: Humas UMM
Laundry menjadi salah satu bisnis yang memiliki prospek bagus untuk dikembangkan

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG--Sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merancang sebuah desain startup bisnis penghubung laundry rumahan bernama Hai Clean. Aplikasi berbasis mobile ini bertujuan untuk menghidupkan perekonomian usaha laundry skala kecil menengah. 

Perwakilan kelompok, Abdul Chatil mengatakan, saat ini laundry menjadi salah satu bisnis yang memiliki prospek bagus untuk dikembangkan. Tidak hanya dalam skala usaha besar tapi juga kecil. "Dan jumlah usaha laundry semakin hari semakin bertambah banyak," kata Abdul.

Menurut Chatil, terdapat berbagai faktor penyebab yang membuat bisnis laundry semakin marak. Pertama, bisnis laundry tidak membutuhkan modal usaha yang besar. Bisnis kategori jasa ini juga termasuk perputaran ekonomi yang terbilang cepat.

Melihat hal tersebut, Abdul bersama Susi Anivah, Fajriah Fatimah, dan Rina Yunia Irianti mendaftarkan gagasan aplikasi Hai Clean untuk Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Gagasan aplikasi berbasis mobile ini telah berhasil mendapat pendanaan dari Direktorat Pembelajan dan Kemahasiswa Kementerian Pendidikan dan Kebudayan Republik Indonesia (Kemendikbud RI).  

Melalui Hai Clean, pemilik laundry bisa menawarkan jasa dan menerima pesanan secara daring. Pelanggan bisa memilih jenis laundry sesuai dengan kecocokan dan jarak terdekat. Selain untuk laba, Abdul jug berharap Hai Clean dapat memberi solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh laundry rumahan.

Laundry yang berada di gang sempit atau tidak memiliki papan nama bisa mendapatkan peluang sama untuk mendapatkan transaksi. Masyarakat kalangan menengah ke bawahpun terbantu dengan adanya banyak pilihan laundry rumahan yang dapat diakses secara daring. "Customer bisa memilih jenis laundry sesuai dengan kecocokan dan jarak terdekat," ungkap pria asal Aceh tersebut.

Selain itu, pemilik jasa laundry dapat menawarkan promo dengan sendirinya kepada pelanggan. Kemudian juga bisa menentukan harga dan diskon sendiri. 

Semua jasa laundry dapat menjadi mitra kerja tanpa dipungut pembayaran bulanan. Tidak ada biaya registrasi untuk pemilik maupun pelanggan. Pemilik laundry hanya perlu deposit awal dengan nominal awal minimal Rp. 75.000. "Yang akan terpotong otomatis Rp. 1000 per transaksi yang diterima," katanya.

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA