Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

Kemenko PMK Tuntut Para Ahli Bisa Temukan Vaksin Covid-19

Ahad 06 Sep 2020 14:10 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Bayu Hermawan

Obat Covid-19 palsu (ilustrasi).

Obat Covid-19 palsu (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com
Kemenko PMK tuntut para ahli bisa temukan vaksi Covid-19 melalui penguasaan iptek.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengatakan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) sangat penting khususnya di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. Kemenko PMK menuntut para ahli menguasai iptek agar bisa segera menemukan vaksin Covid-19.

"Penguasaan iptek sangat penting. Terlebih di era pandemi saat ini, para ahli dituntut untuk bisa segera menemukan vaksin. Caranya yaitu dengan mengandalkan kemajuan ilmu pengetahuan dan kecanggihan teknologi," kata Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko PMK Agus Sartono dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Ahad (6/9).

Agus melanjutkan, menguasai iptek juga sejalan dengan ajaran agama, dalam hal ini Islam, tentang bagaimana manusia harus belajar memaknai seluruh alam semesta. Pada dasarnya tidak ada dikotomi antara ajaran agama dengan iptek.

Baca Juga

Menurutnya, kehidupan manusia beragama tidak lepas dari penguasaan iptek. Dalam siklus pembangunan manusia Indonesia yang dimulai dari masa prenatal, calon ibu hamil juga wajib menguasai iptek agar tidak melahirkan generasi stunting.

"Begitu pun dalam pendidikan. Mahasiswa harus menyiapkan diri untuk masa depan pendidikan 2030, di mana lingkungan kami sangat dinamis, mudah berubah dan penuh ketidakpastian serta kompleksitas," ujarnya.

Agus meminta agar mahasiswa tidak hanya belajar secara linier atau menguasai satu bidang saja. Akan tetapi, harus banyak membaca untuk menambah pengetahuan dan keterampilan pada berbagai bidang.

Tujuan pendidikan di era yang sangat kompleks diantaranya ialah agar mempunyai kompetensi, menguasai pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill) dan nilai-nilai (values). Ia mengimbau masyarakat harus mencoba belajar di berbagai bidang serta menguasai kemampuan. Seperti, interpersonal skill, human relationship skill, communication skill, team work, serta yang tidak kalah penting adalah attitude dan values

"Saya ingin menekankan di aspek tersebut. Kejujuran dan integritas, barangkali inilah yang akan menyelamatkan kami dari berbagai kesulitan di masa depan," katanya.

Diketahui, terdapat visi dan misi Presiden Jokowi 2020-2024, salah satunya ialah pemerintah ingin meningkatkan kualitas manusia Indonesia. Manusia yang mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Sehingga Kemenko PMK akan berusaha untuk meningkatkan hal tersebut terhadap masyarakat Indonesia.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA