Ahad 06 Sep 2020 01:15 WIB

Bupati Hatim Meninggal Saat Orasi, Golkar Berduka

Golkar akan segera mencari pengganti Muhdin untuk Pilkada 2020.

Bupati Halmahera Timur Muhdin Ma
Foto: Youtube
Bupati Halmahera Timur Muhdin Ma

REPUBLIKA.CO.ID, TERNATE -- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Maluku Utara (Malut) berduka cita atas meninggalnya Bupati pejawat Halmahera Timur (Haltim), Muhdin Ma'bud saat berorasi di hadapan ribuan pendukungnya pada Jumat (4/9) petang.

Ketua DPD Partai Golkar Malut, Alien Mus di Ternate, Sabtu, menyatakan Partai Golkar secara organisatoris merasa kehilangan mendalam atas meninggalnya pejawat Bupati Haltim. "Yang jelas Partai Golkar turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnyaBupati Haltim karena pasangan Muhdin - Anjas Taher sudah mendaftar ke KPU untuk mengikuti Pilkadapada 9 Desember 2020," ujarnya.

Baca Juga

Anggota DPR - RI asal daerah pemllihan (Dapil) Malut mengatakan,Partai Golkar bersama partai politik (Parpol) koalisi tentunya akan mencari pengganti almarhum sebelum berakhir waktu pendaftaran di KPUHaltim.

Bupati Haltim Muhdin Ma’bud menghembuskan napas terakhir di RSU Kota Maba usai jatuh dan pingsan di tengah orasi politiknya di hadapan ribuan massa pendukungnya pada Jumat(4/9) petang.

Diketahui, kedua pasangan ini usai mendaftar sebagai bakal calon Bupati - Wakil Bupati langsung bertatap muka dengan ribuan pendukung dan simpatisannya di depan Posko Pemenangan Din-Anjas di Maba.

Dalam pidatonya itu, Muhdin banyak berbicara soal masa depan generasi muda Haltimagar mempertahankan semangat dan budaya yang telah diwariskan leluhur. "Harus tuntaskan pembangunan pondasi negeri ini dan kami akan menyerahkan kepada para generasi muda. Jadi pondasi pembangunan negeri ini harus kokoh," katanya.

Akan tetapi, kalimat tersebut menjadi akhir dari pidato Muhdin karena tiba-tiba jatuh pingsan dan dilarikan ke RSU Mabasekitar pukul 16.25 WIT.

Muhdin Ma’bud merupakan Wakil Bupati Haltimperiode 2010-2015 dan 2016 - 2020. Hanya saja, pada Maret 2019 dilantik menjadi Bupati Haltim menggantikan Rudy Erawan yang terjerat kasus suap di KPK dengan vonis 4,5 tahun penjara.

Pada Pilkada 2020 ini Muhdinmaju sebagai calon Bupati pejawat dengan menggandeng kader Partai Golkar Anjas Taher dan diusung Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Nasdem, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia serta Partai Hanura.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement