Sabtu 05 Sep 2020 02:57 WIB

Sudah 6 Bulan, Gejala Sisa Covid-19 Masih Usik Alyssa Milano

Alyssa Milano mengabarkan perkembangan kesehatannya sebagai penyintas Covid-19.

Rep: Farah Noersativa/ Red: Reiny Dwinanda
Aktris Alyssa Milano kena Covid-19 pada enam bulan lalu.
Foto: EPA/PAUL BUCK CORBIS OUT
Aktris Alyssa Milano kena Covid-19 pada enam bulan lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktris Hollywood Alyssa Milano telah dinyatakan negatif Covid-19 sejak enam bulan lalu. Meskipun kesehatannya membaik, dia mengaku masih mengalami jantung berdebar sesekali.

Dilansir laman Today, Jumat (4/9), Milano mengabarkan kondisi kesehatannya melalui akun Instagram pada Rabu (2/9). "Jadi, apa kabar? Ini adalah pemeriksaan kesehatan dan informasi terbaru mengenai kesehatan," tulisnya.

Baca Juga

Pada Maret lalu, dia mengalami beberapa gejala setelah dia terinfeksi virus corona. Gejala itu termasuk vertigo, gangguan pencernaan, menstruasi tidak teratur, dan sesak napas.

Menurut Milano, saat ini kondisi kesehatannya baik-baiknya. Setidaknya, hal itu dia rasakan secara fisiknya.

"Saya masih minum aspirin setiap tiga hari untuk mengencerkan darah, minyak ikan, vitamin D, C, seng, dan B kompleks. Saya masih mengalami jantung berdebar-debar sesekali. Saya masih lupa kata-kata saya (benar-benar bagian terburuk). Tapi tidak seburuk beberapa pekan lalu. Saya merasa lebih baik,” jelas dia.

Perempuan berusia 47 tahun itu telah mengidentifikasi dirinya mengalami efek jangka panjang penyakit sebagai penyintas Covid-19. Masalah yang merundungnya tak kunjung hilang.

Masalah jantung yang sedang dialaminya itu tidak jarang dialami penyintas Covid-19. Setidaknya, ada dua penelitian yang diterbitkan pada Juli menunjukkan virus dapat bertahan di jantung selama berbulan-bulan, bahkan tanpa menimbulkan gejala.

Studi lain menemukan bahwa 16,7 persen pasien Covid-19 mengembangkan aritmia. Lalu, laporan lain dari American College of Cardiology menunjukkan kasus gagal jantung akut, serangan jantung, dan serangan jantung setelah infeksi virus corona.

Dokter juga menemukan bahwa pasien Covid-19 dapat mengalami masalah jangka panjang pada paru-paru, ginjal, otak, kesehatan mental, dan sistem saraf mereka.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement