Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Boyolali Tunda KBM Tatap Muka untuk SMP

Jumat 04 Sep 2020 13:07 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Sejumlah anak mengerjakan tugas pelajaran dari sekolah mereka dengan memanfaatkan fasilitas internet desa di Desa Banyuanyar, Ampel, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (27/7/2020). Mengingat hanya Kecamatan Selo saja yang tidak zona merah, Boyolali tunda kegiatan belajar mengajjar secara tatap muka untuk SMP.

Sejumlah anak mengerjakan tugas pelajaran dari sekolah mereka dengan memanfaatkan fasilitas internet desa di Desa Banyuanyar, Ampel, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (27/7/2020). Mengingat hanya Kecamatan Selo saja yang tidak zona merah, Boyolali tunda kegiatan belajar mengajjar secara tatap muka untuk SMP.

Foto: ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
Disdikbud Boyolali tidak mengizinkan kegiatan pembelajaran tatap muka jenjang SMP.

REPUBLIKA.CO.ID, BOYOLALI -- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali menunda kegiatan belajar mengajar secara tatap muka (KBM) untuk sekolah menengah pertama (SMP). Keputusan itu diambil karena peta penyebaran Covid-19 di Boyolali tinggi sehingga banyak zona merah atau risiko terjadi penularan.

"Kami melihat perkembangan peta sebaran Covid-19 di Boyolali yang tidak zona merah hanya Kecamatan Selo saja, sehingga Disdikbud tidak mengizinkan kegiatan pembelajaran tatap muka untuk jenjang SMP," kata Kepala Disdikbud Boyolali Darmanto di Boyolali, Jumat.

Semula, Disdikbud Boyolali akan mengizinkan KBM tatap muka mulai Senin (7/9), hingga perkembangan kondisinya memungkinkan.

"Kami berharap masyarakat juga lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan pada masa adaptasi kebiasaan baru ini, sehingga ikut mencegah penyebaran Covid-19 di Boyolali," kata Darmanto.

photo
Statistik pembukaan sekolah. - (Republika)

Kegiatan belajar mengajar secar tatap muka untuk tingkat SMP di Boyolali rencananya dimulai pada Senin (7/9), sesuai keputusan bersama, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, dan Menteri Kesehatan. Dalam keputusan tersebut, menurut Darmanto, ada empat syarat mutlak yang harus penuhi ketika akan diadakan KBM tatap muka, yakni daftar pemeriksaan tentang fasilitas dan infrastruktur protokol kesehatan sekolah, persetujuan dari orang tua siswa, sekolah masuk zona kuning hingga hijau Covid-19 , dan izin dari pemda melalui Disdikbud setempat.

"Namun, perkembangannya hampir semua wilayah di Boyolali masuk zona merah, kecuali Selo, sehingga kegiatan tatap muka siswa SMP ditunda hingga membaik," katanya.

Sebelumnya, Disdikbud Boyolali menyebutkan 54 SMP di wilayah itu siap melaksanakan KBM secara tatap muka, saat adaptasi kebiasaan baru pada Tahun Ajaran Baru 2020/2021, mulai Senin (7/9). Ia mengatakan, dari hasil verifikasi ke sekolah-sekolah di Boyolali, 97 sekolah yang terdiri atas 52 SMP negeri dan 45 SMP swasta, 54 sekolah di antaranya sangat siap melaksanakan pembelajaran tatap muka, 25 SMP siap, 12 SMP kurang siap, empat SMP tidak siap, dan dua kurang terverifikasi.

"Kami targetkan 54 SMP yang sangat siap pelaksanaan pembelajaran tatap muka, dapat dimulai pada Senin (7/9)," kata Darmanto.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA