Saturday, 2 Safar 1442 / 19 September 2020

Saturday, 2 Safar 1442 / 19 September 2020

Ketum Ikadi: Niat Sertifikasi Dai Dinilai Salah Kaprah

Jumat 04 Sep 2020 12:55 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Ani Nursalikah

Ketum Ikadi: Niat Sertifikasi Dai Dinilai tidak Tepat. Ketua Umum Ikadi Ahmad Satori Ismail.

Ketum Ikadi: Niat Sertifikasi Dai Dinilai tidak Tepat. Ketua Umum Ikadi Ahmad Satori Ismail.

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Radikalisme tidak layak disandingkan dengan agama tertentu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Ikatan Dai se-Indonesia (Ikadi) Ahmad Satori menilai, niat menyertifikasi dai atau penceramah agama tidak tepat. Niat menyertifikasi dai agar menekan radikalisme di Indonesia pun dianggap salah kaprah. 

Baca Juga

"Kalau itu (menekan radikalisme) tujuannya, menurut saya kurang tepat," kata Ahmad Satori saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (3/9). 

Menurutnya, radikalisme dalam konotasi negatif tidak layak disandingkan dengan agama tertentu. Dai atau penceramah agama yang baik tentunya telah mengetahui ilmu-ilmu serta ajaran agama yang dapat menghasilkan manfaat kepada orang banyak. 

Lebih spesifik, menurutnya, seorang Muslim yang mengtahui ajaran Islam secara baik dan utuh pasti tidak akan bersikap radikal ke dalam hal-hal yang bersifat negatif. Sehingga, upaya menekan radikalisme dalam ceramah para dai dan penceramah agama telah keliru dari awal niatnya. 

Sebagaimana diketahui, Kementerian Agama (Kemenag) berencana melakukan sertifikasi kepada 8.200 penceramah dari beragam agama. Tujuannya adalah untuk menekan dan mencegah penyebaran radikalisme di Indonesia. Namun, kebijakan yang coba digulirkan ini pun menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat dan tokoh. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA