Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Ridwan Kamil Imbau Parpol tak Undang Keramaian Saat Pilkada 

Kamis 03 Sep 2020 17:23 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil

Foto: Dokpri
Kapolda Jabar sudah menekankan kereamaian itu akan dilarang atau dikurangi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengimbau penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, partai politik dan pasangan calon tidak melakukan kegiatan yang mengundang keramaian orang. Pemprov pun mendukung Polda Jabar memberlakukan Operasi Mantap Praja Lodaya untuk mengefektifkan pelarangan keramaian.

“Tadi menyimak pidato dari Pak Kapolda salah satunya yang sifatnya keramaian itu akan dilarang atau dikurangi, jadi kalaupun pendaftaran semua harus memahami ya perhelatan pilkadanya tidak lazim pada situasi normal,” ujar Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (3/9).

Jadi, menurut Emil, jangan pakai pola pikir atau mindset seperti tak ada Covid-19. "Kalau dulu ramai-ramai saya ngerti. Yang penting mah kan kita daftar terberitakan kemudian terverifikasi dan sudah gitu bahwa ramai itu pilihan tidak menguatkan dan melemahkan,” katanya.

Emil mengatakan, sebagai ketua tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, dia pun mengimbau, kegiatan kampanye yang memacing massa berkerumun tidak dilakukan dalam Pilkada di delapan daerah di Jabar.

“Jadi sebaiknya kami dari gugus tugas mengimbau (kampenye mengundang massa berkerumun) tidak usah dilakukan,” katanya.

Emil mencontohkan, salah satu daerah yang menyelenggarakan Pilkada, yakni Kabupaten Bandung, dilihat dari segi kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan terbilang banyak. Hasil rekapitulasi pelanggaran pra dan pasca Pergub 60/2020 per 29 Agustus mencatat ada 590.858 pelanggaran dengan total denda sanksi berat Rp 36,5 juta.

photo
Gerindra Jabar, kembali mengumumkan calonnya pada Rabu (2/9) di Hotel Horison, Bandung. - (Istimewa)
Sementara itu, Gerindra kembali mendeklarasikan 3 paslon untuk Pilkada Jabar Uusai mengeluarkan rekomendasi untuk lima pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati serta Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

Perlu diketahui, Pilkada Jabar pada Desember 2020 mendatang akan dihelat di 8 kabupaten/kota, yakni Kabupaten Bandung, Karawang, Pangandaran, Cianjur, Indramayu, Tasikmalaya, Sukabumi dan Kota Depok.

Seperti halnya partai lain, Gerindra pada Ahad (30/8) telah mengumumkan 5 nama paslon yang diusung bersama partai koalisi. Gerindra Jabar, kembali mengumumkan calonnya pada Rabu (2/9) di Hotel Horison, Bandung. 

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Jabar Brigjen TNI (purn) Taufik Hidayat, ada tiga nama paslon yang dideklarasikan untuk maju ke Pilbup Kabupaten Cianjur, Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Sukabumi.

Taufik menjelasakan ketiga paslon yang diusung Gerindra bersama partai koalisi yakni Calon Bupati Oting Zaenal Mutaqin (Gerindra) berpasangan dengan Calon Wakil Bupati Wawan Setiawan (Demokrat) untuk Kabupaten Cianjur. Selanjutnya Calon Bupati Azies Rismaya Mahpud (Gerindra) berpasangan dengan Calon Wakil Bupati Haris Sanjaya (Demokrat) untuk Kabupaten Tasikmalaya. Terakhir, pasangan Calon Bupati Drs Adjo Sarjono (Gerindra) bersama Calon Wakil Bupati Iman Adinugraha (PAN) untuk Kabupaten Sukabumi.

Taufik mengatakan para kandidat yang diusung Gerindra bersama partai koalisi adalah figur-figur terbaik yang berhasil diseleksi secara ketat. "Saya tanyakan kepada mereka (para kandidat), apakah kalian benar-benar serius berjuang. Dan mereka semua menyatakan siap berjuang," kata Taufik. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA