Saturday, 9 Safar 1442 / 26 September 2020

Saturday, 9 Safar 1442 / 26 September 2020

Lokawisata Baturraden Tetap Diminati Wisatawan

Kamis 03 Sep 2020 09:25 WIB

Red: Ani Nursalikah

Lokawisata Baturraden Tetap Diminati Wisatawan. Lokawisata Baturraden di Banyumas, Jawa Tengah.

Lokawisata Baturraden Tetap Diminati Wisatawan. Lokawisata Baturraden di Banyumas, Jawa Tengah.

Foto: Republika/Wahyu Suryana
Lokawisata Baturraden menerapkan adaptasi kebiasaan baru (AKB).

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Lokawisata Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang telah menerapkan adaptasi kebiasaan baru (AKB) tetap diminati wisatawan.

Baca Juga

"Itu terlihat dari tingkat kunjungan wisatawan di Lokawisata Baturraden karena kami melaksanakan pembatasan kunjungan, yaitu sebanyak 1.000 pengunjung per periode kunjungan. Kunjungan tertinggi mencapai 2.000 pengunjung pada hari libur, Sabtu, dan Ahad, sedangkan hari-hari biasa di bawah 700 orang," kata Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Kebudaayan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas Wakhyono, Kamis (3/9).

Ia mengatakan pembatasan pengunjung itu dalam rangka pencegahan penularan Covid-19, yakni jumlah pengunjung yang boleh masuk objek wisata disesuaikan dengan kapasitas yang ada di dalam Lokawisata Baturraden. Dalam hal ini, kata dia, luasan keseluruhan Lokawisata Baturraden mencapai 16,85 hektare namun yang dapat dijamah oleh pengunjung lebih kurang hanya 4,5-5 hektare atau sekitar 40 persen dari total luas lahan.

"Maka kami menerapkan 40 persen dari hitungan itu (kapasitas maksimal 10 ribu pengunjung) adalah 1.000 pengunjung per periode kunjungan dengan pengertian bahwa ketika di dalam objek wisata itu sudah ada 1.000 orang, kami tidak memasukkan orang lagi. Akan tetapi ketika sudah ada yang keluar, kami baru memasukkan orang lagi," jelasnya.

Terkait dengan mekanisme masuk Lokawisata Baturraden, Wakhyono mengatakan calon wisatawan dapat melakukan pemesanan kunjungan melalui aplikasi Mas Basid (Banyumas Bebas dari Covid-19) Sektor Wisata. Dengan demikian ketika calon wisata itu melakukan pemesanan, kata dia, dalam aplikasi akan ada informasi apakah pada hari yang dipilih masih memungkinkan atau tidak memungkinkan untuk masuk ke objek wisata.

"Sementara bagi wisatawan yang datang langsung ke Lokawisata Baturraden tanpa mengakses aplikasi Mas Basid lebih dulu, mereka bisa masuk objek wisata setelah periode kunjungan berjalan ada yang keluar," katanya.

Disinggung mengenai kemungkinan adanya program menyambut wisatawan pada musim liburan akhir tahun, dia mengatakan akan mengkajinya lebih dulu dan meminta izin dari Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Banyumas ketika masih terjadi penularan Covid-19. "Sementara kalau kondisi penularan Covid-19 masih seperti ini, kami akan selalu berkembang. Informasi itu akan selalu berkembang dan mungkin bisa ada program pada akhir tahun, saat ada liburan, tetapi kami tetap akan mengkaji lebih dulu," katanya.

Wakhyono mengatakan Dinporabudpar Kabupaten Banyumas akan bekerja sama dengan Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas untuk mencanangkan program Pariwisata Siaga Candi. Tujuannya memberi kepastian kepada seluruh calon wisatawan bahwa objek wisata di Banyumas telah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat dan benar.

Ia akan terus berbenah dan memberikan informasi secara maksimal kepada masyarakat agar ketika mereka berkunjung ke Lokawisata Baturraden maupun objek wisata lainnya, bisa mendapatkan berbagai hal yang diinginkan seperti nyaman, sehat, dan bebas dari Covid-19.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA