Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Friday, 10 Safar 1443 / 17 September 2021

Petinggi ISIS Ingin Lancarkan Serangan ke Hagia Sophia

Rabu 02 Sep 2020 20:12 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Teguh Firmansyah

Masjid Hagia Sophia (Ilustrasi).

Masjid Hagia Sophia (Ilustrasi).

Foto: EPA-EFE/ERDEM SAHIN
Aparat Turki berhasil menangkap petinggi ISIS Mahmut Ozden.

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Polisi Turki berhasil menangkap petinggi ISIS yang merencanakan serangan di Masjid Hagia Sophia. Teroris tersebut mengincar politisi, kepala organisasi nonpemerintah dan tokoh-tokoh terkenal di Turki.

Menteri Dalam Negeri Turki  Süleyman Soylu mengumumkan, penangkapan Mahmut Özden alias Abu Hamzi dan juga disebut 'emir Turki' kelompok teroris ISIS. Özden ditangkap dalam operasi unit antiteror di Provinsi Adana.

"Ia sudah ditahan sejak 20 Agustus, proses interogasinya sudah selesai, ia membuat sejumlah pengakuan selama interogasi, tapi yang terpenting kami berhasil menyita materi digital," kata Soylu pada kolumnis surat kabar Hürriyet,  Abdülkadir Selvi seperti dilansir dari media Turki, Daily Sabah, Rabu (2/9).

Soylu mengatakan, materi-materi digital yang disita antara lain instruksi dari ISIS di Irak dan Suriah. Serta struktur baru kelompok tersebut di Turki termasuk target dan tujuan mereka dalam membentuk tim 10 hingga 12 orang untuk melakukan serangan.  

Menteri Dalam Negeri itu mengatakan, ada anggota ISIS lainnya yang juga ditahan dalam operasi tersebut. Saat itu orang masih memberikan keterangan pada pihak berwenang.

Polisi Turki memecahkan pesan terenkripsi yang dikirimkan lingkar ISIS di Suriah dan Irak. Pesan ini memberikan instruksi untuk melakukan berbagai kejahatan mulai dari menculik turis, jaksa dan deputi, hingga menyerang pangkalan udara Incirlik di Adana dan rencana-rencana lainnya.

Proses penangkapan petinggi ISIS di Turki ini bermula dari penangkapan  Hüseyin Sağır. Orang yang merencanakan serangan di Alun-alun Taksim. Para penyidik berhasil menemukan petunjuk Sağır mendapat instruksi dari Özden. Özden juga membentuk beberapa kelompok lain untuk melakukan sejumlah aktivitas di pedesaan seperti merekrut anggota baru, membeli pasokan dan menyediakan akomodasi bagi anggota teroris lainnya.

Saat menangkap Sağır di sebuah hotel di Istanbul, polisi menemukan lima klip amunisi, 150 selongsong peluru dan senjata laras panjang di kamarnya. Polisi juga menyita rekaman video yang memperlihatkan Sağır berkeliling di sekitar hotel.

Polisi mengatakan dalam video itu tampaknya Sağır sedang merencanakan serangan. Polisi menambahkan saat ditahan petinggi kelompok teroris tersebut sedang mencari tempat untuk menyembunyikan senjata dan bahan peledak di dalam hutan.

Menurut polisi teroris tersebut sedang berencana untuk menculik tokoh-tokoh terkenal untuk dijadikan sandera. Agar bisa menukarnya dengan anggota ISIS yang ditahan di Suriah.

Setelah berhasil menangkap Özden, polisi Turki juga dapat membekukan aktivitas teroris yang mendapat perintah dari petinggi ISIS tersebut. Pada hari Selasa (1/9), polisi menggelar operasi anti-terorisme di delapan provinsi dan menangkap 11 tersangka yang diduga anggota ISIS.

Polisi mengatakan setelah diputuskan bersalah oleh pengadilan, Özden akan dipindahkan ke Penjara Silivri di Istanbul. Berdasarkan dokumen pengadilan petinggi ISIS berusia 48 tahun itu mendapatkan 7.000 dolar AS dari setiap anggota yang ia rekrut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA