Rabu 02 Sep 2020 16:51 WIB

Lima Direksi Bank Mandiri pindah ke BNI

Pengganti Royke sebagai Dirut Bank Mandiri akan dibahas pada RUPSLB.

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolandha
Gedung Bank Mandiri Ilustrasi
Foto: Republika/Prayogi
Gedung Bank Mandiri Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk meyakini Kementerian BUMN akan menempatkan talenta-talenta terbaik untuk memperkuat jajaran manajemen seluruh perusahaan BUMN, termasuk sektor perbankan. Hal ini menyusul penunjukkan beberapa jajaran manajemen senior Bank Mandiri untuk mengisi jabatan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan pihaknya mendukung arah kebijakan Kementerian BUMN dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk memastikan tercapainya peran BUMN sebagai agen pembangunan dan agen pencipta nilai.

Baca Juga

“Bank Mandiri kembali dipercaya untuk memperkuat bank BUMN lain agar dapat bersama-sama membangun ekonomi nasional, khususnya di tengah tekanan bisnis dan ketidakpastian yang tinggi akibat dampak pandemi covid-19,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (2/9).

Adapun nama-nama direksi Bank Mandiri yang pindah ke BNI antara lain mantan Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar, mantan Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Silvano Rumantir, mantan Senior Executive Vice President Wholesale Risk Bank Mandiri David Pirzada, mantan Senior Vice President SME Banking Muhammad Iqbal, dan mantan Senior Vice President Strategy & Performance Management Bank Mandiri Novita Widya Anggraini.

Hery menyebut pihaknya juga menyampaikan ungkapan apresiasi yang dalam atas kontribusi para mantan pejabat tersebut kepada perseroan dalam menjaga keberlangsungan bisnis perseroan.

“Bapak Royke Tumilaar yang telah menunjukkan leadership yang kuat dalam menentukan kebijakan, bankir yang tergolong kompeten dalam urusan Merger & Acquisition, restrukturisasi organisasi untuk mendukung peningkatan aset di tempat baru,” ucapnya.

Terkait dengan susunan pengurus perseroan pasca-penunjukan tersebut, Hery melanjutkan, pihaknya akan mendiskusikan hal tersebut dengan dewan komisaris termasuk dengan Kementerian BUMN untuk pelaksanaan RUPS Luar Biasa.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement