Rabu 02 Sep 2020 15:22 WIB

Berpotensi Besar, Produk Nabati UEA Ajukan Sertifikasi Halal

Produk nabati diposisikan sebagai pilihan yang lebih sehat.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Muhammad Fakhruddin
Berpotensi Besar, Produk Nabati UEA Ajukan Sertifikasi Halal (ilustrasi).
Foto: Flickr
Berpotensi Besar, Produk Nabati UEA Ajukan Sertifikasi Halal (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,DUBAI -- Bisnis di sektor makanan UEA menemukan peluang menguntungkan di pasar nabati. Pasar dengan kategori ini dinilai berkembang pesat karena lebih banyak konsumen memilih mengurangi konsumsi daging dan susu.

“Terjadi pertumbuhan yang sangat tinggi untuk produk makanan vegan. Kami memilih fokus pada rangkaian produk nabati yang kami miliki, di antara kategori makanan beku," ujar Manajer Komersial Perusahaan Spinneys Dubai, Tom Harvey, dilansir di Salaam Gateway, Rabu (2/9).

Perusahaannya, disebut melihat cara ini menjadi jalan yang terbaik untuk menghadirkan produk dengan kualitas baik, bergizi tinggi, dan bernilai baik dari seluruh dunia. Selain itu, produk yang diproduksi secara lokal ini seolah memberi pilihan tambahan bagi pelanggan.

Perusahaan dengan jaringan supermarket yang berbasis di UEA ini telah melihat kategori produk nabati beku tumbuh 600 persen selama tahun lalu. Bahkan, angka ini naik 100 persen dari tahun sebelumnya.

Pada 2019, produk sektor daging nabati global terjual mencapai 18,6 miliar Dolar AS. Menurut Euromonitor International, diperkirakan angka ini akan tumbuh pada tingkat tahunan 6,7 persen hingga 2024.

"Dari nilai global ini, Timur Tengah menyumbang 176,5 juta Dolar AS, dengan pertumbuhan tahunan diproyeksikan menjadi 4-5 persen selama empat tahun ke depan," ujar Analis pasar Timur Tengah di Euromonitor International, Somaia Basha.

Kebanyakan, orang yang memilih produk vegan berarti mencari sesuatu yang sehat. Dengan menyebarnya Covid-19 serta meningkatnya kesadaran tentang kandungan bahan yang masuk dalam tubuh, muncul permintaan yang tinggi akan makanan yang meningkatkan kekebalan. Produk nabati diposisikan sebagai pilihan yang lebih sehat.

Meski produk vegan tidak perlu memiliki sertifikasi halal, tetapi beberapa perusahaan berusaha lebih keras dan mengajukannya. "Kami telah mendapatkan sertifikasi halal dari Emirates Authority for Standardization & Metrology, khusus untuk sektor perhotelan dan layanan makanan. Penting bagi kami untuk memberikan jaminan kepada konsumen bahwa seluruh rangkaian produk vegan kami juga halal," kata CEO perusahaan Healthy Farm Food Innovation, Jacek Plewa.

Meningkatnya permintaan akan alternatif daging dan susu, menciptakan pasar bisnis yang menarik bagi produsen lokal seperti Healthy Farm. Produk ini merupakan merek makanan beku di bawah perusahaan Albatha Group yang berbasis di Sharjah.

Perusahaan yang mengoperasikan Healthy Farm Eatery ini, baru saja meluncurkan enam produk vegan beku. Beberapa produk ini meliputi burger, bakso, kebab, dan potongan daging.

Tak hanya itu, produsen Brooklyn Creamery juga disebut sedang dalam proses pengajuan sertifikasi halal. Diperkirakan sertifikat mereka akan keluar pada akhir tahun 2020.

Memiliki sertifikasi halal terbukti sangat menguntungkan. Terlebih, ketika perusahaan berencana memperluas pasar ke mayoritas Muslim, seperti Arab Saudi. Daerah tersebut telah diincar oleh produsen Healthy Farm karena populasinya yang besar dan konsumsi daging per kapita tinggi.

“Saya melihat terjadi peningkatan peran produk vegan dalam industri makanan halal. Saya mendorong para pembuat kebijakan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung produk nabati, misalnya dengan mendirikan institut atau departemen di salah satu universitas UEA untuk meneliti dan mempromosikan nutrisi nabati," kata Plewa.

Basha dari Euromonitor juga percaya jika sertifikasi halal akan menguntungkan produk nabati dalam jangka panjang. Ketika nantinya konsumen mulai teratur beralih ke produk tersebut, mereka memerlukan jaminan bahwa barang-barang tersebut tidak memiliki bahan yang dipertanyakan oleh keyakinan mereka.

Meski pertumbuhan pasar nabati dapat meningkatkan pasar makanan halal dan ekonomi, ia memprediksi efeknya tidak akan terlalu tinggi. “Pasar nabati masih sangat kecil, sehingga pertumbuhannya tidak sampai pada titik di mana hal itu berdampak besar pada ekonomi halal secara keseluruhan. Tetapi, pasar ini bisa menjadi salah satu pendorong yang membantu memperkuat landasan di mana perekonomian ini berdiri," kata dia.

 

Sumber: https://www.salaamgateway.com/story/uae-plant-based-foods-strike-new-ground-with-local-production-and-voluntary-halal-certification

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement