Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Paus Desak Negara-Negara Hormati Kesepakatan Iklim Prancis

Rabu 02 Sep 2020 06:51 WIB

Red: Ani Nursalikah

Paus Desak Negara-Negara Hormati Kesepakatan Iklim Prancis. Paus Fransiskus.

Paus Desak Negara-Negara Hormati Kesepakatan Iklim Prancis. Paus Fransiskus.

Foto: EPA-EFE/ANDREAS SOLARO/POOL
Paus Fransiskus mendesak negara-negara memerangi pemanasan global.

REPUBLIKA.CO.ID, VATICAN CITY -- Paus Fransiskus mendesak negara-negara memerangi pemanasan global sesuai dengan kesepakatan iklim Paris 2015. Ia menggunakan pengaruhnya untuk menekankan masalah tersebut, yang termasuk menjadi isu dalam pemilihan presiden Amerika Serikat.

Paus Fransiskus mengatakan masyarakat modern telah mendorong planet ini melampaui batasnya dan waktu untuk memperbaiki keadaan darurat iklim sudah hampir habis. "Permintaan kita yang terus-menerus untuk pertumbuhan dan siklus produksi dan konsumsi yang tiada henti melelahkan alam. Hutan hilang, tanah lapisan atas terkikis, ladang gagal, gurun bertambah banyak, laut menjadi asam, dan badai meningkat," kata Fransiskus, Selasa (1/9).

Dia menyerukan imbauannya dalam sebuah pesan pada hari Gereja Kristen menandai Hari Doa Sedunia untuk Pemeliharaan Ciptaan. "Kita perlu melakukan segalanya dalam kapasitas kita untuk membatasi kenaikan suhu rata-rata global di bawah ambang 1,5 derajat Celsius yang diabadikan dalam Perjanjian Iklim Paris, karena melampaui batas itu akan menjadi bencana, terutama bagi komunitas miskin di seluruh dunia," kata Paus.

Baca Juga

Presiden AS Donald Trump telah menjalankan proses menarik AS-penghasil emisi gas rumah kaca nomor 2 dunia setelah China-keluar dari perjanjian yang menyatukan negara-negara untuk mengurangi pemanasan global. Trump mengatakan upaya itu terlalu mahal.

Penantangnya untuk kursi kepresidenan, kandidat Partai Demokrat Joe Biden, mengatakan dia akan mengembalikan AS ke peran kepemimpinan dalam perubahan iklim. Ia secara tegas mengisyaratkan akan memasukkan kembali negara itu dalam negosiasi iklim pada masa depan untuk memajukan tujuan Perjanjian Iklim Paris.

Paus Fransiskus mengatakan hilangnya keanekaragaman hayati, bencana iklim, dan dampak yang tidak proporsional akibat pandemi virus corona pada orang miskin dan kalangan rentan adalah seruan untuk bangun dalam menghadapi keserakahan dan konsumsi kita yang merajalela.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA