Tuesday, 10 Rabiul Awwal 1442 / 27 October 2020

Tuesday, 10 Rabiul Awwal 1442 / 27 October 2020

Dubes AS Desak Peninjauan Kembali Kebijakan AS di Irak

Selasa 01 Sep 2020 20:48 WIB

Red: Christiyaningsih

Duta Besar Amerika Serikat untuk Irak mengatakan bahwa kedutaannya akan mendorong Washington untuk meninjau kembali kebijakannya di negara itu.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Irak mengatakan bahwa kedutaannya akan mendorong Washington untuk meninjau kembali kebijakannya di negara itu.

'Jika serangan terus berlanjut maka ini akan mendatangkan banyak masalah,' kata Matthew Tuller - Anadolu Agency

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA - Duta Besar Amerika Serikat untuk Irak mengatakan bahwa kedutaannya akan mendorong Washington untuk meninjau kembali kebijakannya di negara itu. Hal itu disampaikannya setelah tiga serangan roket ke misi diplomatik Amerika di Irak.

Serangan roket di dekat bandara Baghdad pada Minggu adalah serangan ketiga ke area yang menampung pasukan dan personel AS.

"Ada suara ekstremis yang mendorong penargetan kehadiran militer dan diplomatik AS dan ini tidak mewakili rakyat atau kepentingan Irak," tegas Matthew Tuller.

Baca Juga

"Jika serangan seperti itu terus berlanjut maka ini akan mendatangkan banyak masalah, bukan hanya antara Irak dan Amerika, melainkan antara Irak dan koalisi internasional secara umum," tambah dia.

Tuller menekankan bahwa AS tidak tertarik untuk menempatkan pasukan secara permanen di Irak dan bahwa Washington akan memutuskan apakah akan menarik diri dari negara itu berdasarkan "kesiapan pasukan Irak".

Para pejabat AS telah berulang kali menuduh kelompok Hizbullah Irak, yang beroperasi di bawah payung Pasukan Mobilisasi Populer (Hashd al-Shaabi), meluncurkan serangan roket ke pangkalan militer yang menampung pasukan AS dan fasilitas lainnya di Irak.

Serangan semacam itu meningkat sejak AS membunuh Jenderal Iran Qasem Soleimani dalam serangan drone di Baghdad awal tahun ini.

Saat ini, ada sekitar 5.000 pasukan AS bersama 2.500 tentara lainnya di Irak di bawah koalisi pimpinan AS.

Menyusul diskusinya dengan Presiden AS Donald Trump pekan ini, Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi mengatakan Trump berjanji untuk menarik semua pasukan AS dari Irak dalam kurun waktu tiga tahun.

sumber : https://www.aa.com.tr/id/dunia/dubes-as-desak-peninjauan-kembali-kebijakan-as-di-irak-/1959636
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA