Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Ilhan Tuntut Investigasi Tahanan Muslim Dipaksa Makan Babi

Selasa 01 Sep 2020 09:39 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Nashih Nashrullah

Anggota Kongres AS Ilhan Omar (kanan) dan Rashida Tlaib Ilhan Omar mendesak investigasi tahanan Muslim yang dipaksa makan babi.

Anggota Kongres AS Ilhan Omar (kanan) dan Rashida Tlaib Ilhan Omar mendesak investigasi tahanan Muslim yang dipaksa makan babi.

Foto: AP Photo/Jim Mone
Ilhan Omar mendesak investigasi tahanan Muslim yang dipaksa makan babi.

REPUBLIKA.CO.ID, MIAMI – Lusinan perwakilan DPR Amerika Serikat menuntut penyelidikan atas laporan yang menyebut fasilitas Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) di Miami menyajikan daging babi dan makanan halal kadaluwarsa kepada tahanan Muslim.  

Menanggapi pengaduan yang diajukan awal bulan ini oleh dua kelompok hak asasi, dua wanita Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota kongres, Ilhan Omar dan Rashida Tlaib, mengirim surat ke kantor hak-hak sipil dan kebebasan sipil di Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS). 

Ditandatangani setidaknya 27 perwakilan lainnya, surat tersebut menuntut agar DHS selaku pihak mengawasi ICE, memeriksa pengaduan yang diajukan pada 19 Agustus. Pengaduan itu mengklaim Pusat Pemrosesan Layanan Krome yang dikelola ICE di Miami, Florida, memberi Muslim makanan babi serta akomodasi keagamaan yang rusak sejak dimulainya pandemi virus Covid-19.  

Baca Juga

Dilansir di Middle East Eye, Selasa (1/9), pada saat pengaduan itu diajukan, ICE membantah keluhan tersebut. Mereka mengatakan, klaim apapun yang mengatakan jika ICE menomorduakan kesempatan yang sama dan adil bagi siapapun yang menjalankan praktik agama adalah salah.  

Namun, dalam surat yang dikirim perwakilan anggota parlemen, mereka menyebut tidak 100 persen percaya atas jawaban di atas. "Meski ICE secara terbuka membantah tuduhan tersebut, setiap aspek dari tuduhan tersebut telah mendokumentasikan hal serupa," bunyi surat itu yang dikirimkan Senin (31/8).  

Dalam surat tersebut juga disebutkan, anggota parlemen berkaca pada sejarah pelanggaran kebebasan beragama yang pernah terjadi sebelumnya di seluruh fasilitas penahanan ICE. Pelanggaran tersebut menimpa tahanan Muslim, Katolik, Yahudi, maupun Hindu. Karena itu, pihak parlemen menyebut tuduhan pelanggaran yang ditargetkan terhadap hak-hak sipil Muslim ini dapat dipercaya.  

Anggota parlemen juga menunjukkan pada Februari 2019, dalam laporan Kantor Inspektur Jenderal DHS menemukan kondisi yang tidak sehat dan tidak aman di fasilitas pemasyarakatan Essex County di New Jersey, selaku pusat penahanan terbesar di wilayah tersebut.  

Dalam laporan yang sama, disebutkan para pengawas menemukan bukti penanganan makanan, secara umum sangat di bawah standar. ICE dan pimpinan fasilitas meminta manajer dapur diganti selama pemeriksaan. 

Pada saat itu, para pengawas mendokumentasikan cairan yang menetes dari langit-langit ke unit-unit perumahan. Tempat tidur tahanan serta bilik pancuran dalam kondisi yang tidak bersih dan berjamur. 

Tak hanya itu, dalam surat yang dikirimkan ke DHS, anggota parlemen menyebut memaksa tahanan Muslim memakan daging babi atau makanan halal yang kadaluarsa merupakan pelanggaran terhadap standar penahanan Nasional berbasis kinerja 2011. Perlakuan serupa juga termasuk dalam pelanggaran terhadap hak-hak dan kebebasan sipil tahanan Muslim.  

Ilhan Omar lantas membuat cuitan di akun Twitter-nya yang mengecam pemerintahan Trump karena kebijakan anti-imigran dan anti-Muslim yang sedang berlangsung, Senin (31/8). 

Dalam unggahan tersebut, dia mengatakan para tahanan Muslim di ICE dipaksa memilih antara makan daging babi atau makanan halal yang kadaluarsa tanpa alasan. "Ini adalah pengkhianatan terbaru terhadap kebebasan beragama oleh Trump dan pengingat akan ketidakmanusiawian penahanan ICE," tulisnya. 

Adapun keluhan awal mengenai makanan yang tidak sesuai agama di fasilitas ICE Miami dikirim ke DHS awal bulan Agustus oleh Muslim Advocates, Americans for Immigrant Justice, serta firma pengacara King & Spalding LLP.  

Menurut laporan yang dibuat oleh kelompok tersebut, para tahanan menjadi sakit karena makanan kadaluwarsa. Banyak yang melapor merasa sakit perut, muntah, hingga diare.

Sumber: https://www.middleeasteye.net/news/ilhan-omar-rashida-tlaib-muslim-detainees-served-pork-expired-food

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA