Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Segera Bayarkan Utang Orang yang Wafat Jangan Tunda 

Selasa 01 Sep 2020 05:57 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Nashih Nashrullah

Hendaknya segera membayar utang orang yang wafat selama mampu. Ilustrasi utang piutang

Hendaknya segera membayar utang orang yang wafat selama mampu. Ilustrasi utang piutang

Foto: Republika/Musiron
Hendaknya segera membayar utang orang yang wafat selama mampu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Di antara kewajiban ahli waris terhadap harta orang yang wafat adalah menyegerakan membayar utang. 

Merupakan suatu kezaliman ahli waris memperlambat atau tidak membayarkan utangnya pewaris padahal dia memiliki hartanya.

Ustadz Ahmad Sarwat mengatakan, tidak segera membagi harta waris juga seperti orang yang berhutang tapi tidak segera membayarkan hutangnya itu, padahal dia punya harta untuk membayarnya.  "Dalam hal ini Rasulullah SAW menyebut tindakan seperti itu sebagai kezaliman," kata Ustadz Ahmad dalam bukunya "10 Penyimpangan Pembagian Waris di Indonesia"

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Penundaan (pembayaran utang dari) seorang yang kaya adalah sebuah kezaliman, maka jika salah seorang dari kalian di pindahkan kepada seorang yang kaya maka ikutilah.” (HR Bukhari).

Menunda membayar utang. Dalam istilah para ahli fiqih maksudnya adalah menahan penunaian sesuatu yang berhak ditunaikan. "Orang yang menunda-nunda bayar hutang termasuk orang yang menghalalkan turunnya harga diri, bahkan menghalalkan dirinya untuk mendapatkan hukuman," katanya.

Rasulullah SAW bersabda, "Penundaan hutang oleh seorang yang mampu membayar hutang menghalalkan kehormatan (harga diri) dan pemberian hukuman padanya.” (HR. Ahmad)

Al-Khathib Asy-Syirbini mengatakan, wajib bagi yang diluaskan rezekinya untuk melunasi segera sesuai dengan kemampuan jika diminta. Berdasarkan sabda Rasulullah SAW.  "Penundaan pembayaraan utang oleh seorang yang kaya adalah sebuah kezaliman."

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA