Senin 31 Aug 2020 23:58 WIB

Pemkot Kendari Upayakan Pemenuhan Gizi Cegah Kekerdilan

Wali Kota Kendari sebut pemenuhan gizi anak tidak boleh luput meski pandemi

Petugas kesehatan mengukur berat badan balita saat kegiatan pos pelayanan terpadu (posyandu) (ilustrasi). Pemerintah Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) akan mengupayakan pemenuhan gizi dan nutrisi pada anak meskipun di tengah pandemi COVID-19 guna mencegah kekerdilan di kota itu.
Foto: ANTARA/Harviyan Perdana Putra
Petugas kesehatan mengukur berat badan balita saat kegiatan pos pelayanan terpadu (posyandu) (ilustrasi). Pemerintah Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) akan mengupayakan pemenuhan gizi dan nutrisi pada anak meskipun di tengah pandemi COVID-19 guna mencegah kekerdilan di kota itu.

REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI -- Pemerintah Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) akan mengupayakan pemenuhan gizi dan nutrisi pada anak meskipun di tengah pandemi COVID-19 guna mencegah kekerdilan di kota itu.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengungkapkan bahwa meskipun demikian untuk saat ini pihaknya masih fokus menangani kasus COVID-19, tetapi ia menekankan bahwa pemenuhan gizi pada anak juga tidak luput menjadi perhatian oleh pemerintah kota.

"Kalau stunting ini kan sudah menjadi isu kita dari dua tahun yang lalu, bahwa perbaikan gizi, kemudian pemenuhan nutrisi bagi anak-anak kita supaya kemudian bisa tumbuh dengan baik dan bisa bersaing di masa yang akan datang," kata Sulkarnain, di Kendari, Senin (31/8).

Menurut Sulkarnain dalam mengatasi masalah anak yang mengalami kekurangan gizi dibutuhkan kolaborasi semua pihak sehingga pemenuhan gizi terhadap anak di kota itu bisa diberikan

"Karena bicara stunting ini bukan pekerjaan satu atau dua hari, harus berkolaborasi semua pihak pemenuhan gizi anak-anak kita. Apalagi dengan situasi COVID-19 sekarang ini makin bertambah lagi beban kita," tutur Sulkarnain.

Meskipun demikian ia menegaskan bahwa pemerintah kota tidak akan tinggal diam terhadap pemenuhan gizi terhadap anak di kota itu, tetapi karena saat ini anak-anak tengah diliburkan sekolah maka pihaknya lebih fokus menangani kasus COVID-19 di kota itu mengingat setiap hari kian meningkat

"Yang jelas pemerintah kota tidak akan berhenti. Kita akan terus mengupayakan hal-hal yang bisa kita lakukan salah satunya yang sudah sering kita lakukan tambahan nutrisi bagi anak-anak sekolah, tapi sekarang dengan kondisi sekolah daring kan ndak bisa, ndak bisa daring juga itu nutrisinya kan harus diberikan langsung," ujar Sulkarnain.

"Jadi kita masih cari cara yang paling efektif, tapi yang jelas kita hadapi COVID-19 dulu, setelah ini baru kemudian kita rembuk lagi mencari kira-kira pola-pola yang cepat bagaimana supaya pemenuhan nutrisi dan gizi anak-anak kita ini tidak ketinggalan," tambahnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement