Sunday, 4 Jumadil Akhir 1442 / 17 January 2021

Sunday, 4 Jumadil Akhir 1442 / 17 January 2021

Warung Soto Lamongan Jadi Klaster Baru Covid-19

Ahad 30 Aug 2020 06:23 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Christiyaningsih

Covid-19 (ilustrasi). Warung Soto Lamongan di Yogyakarta jadi klaster baru penularan Covid-19.

Covid-19 (ilustrasi). Warung Soto Lamongan di Yogyakarta jadi klaster baru penularan Covid-19.

Foto: www.freepik.com
Warung Soto Lamongan di Yogyakarta jadi klaster baru penularan Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Wakil Wali (Wawali) Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyebut ada klaster baru penularan Covid-19 di Kota Yogyakarta. Klaster baru ini merupakan klaster warung soto Lamongan yang ada di Kecamatan Umbulharjo.

Setidaknya sudah ada 10 kasus yang dilaporkan positif Covid-19 pada 29 Agustus dari klaster ini. Heroe menyebut 10 kasus tersebut merupakan hasil pelacakan yang dilakukan terhadap kasus yang sudah ditemukan sebelumnya berkaitan dengan warung soto tersebut.

"10 kasus positif, mereka adalah keluarga dan karyawan Soto Lamongan. Karena itu, Soto Lamongan sudah menjadi klaster baru di Kota Yogyakarta," kata Heroe, Sabtu (29/8) malam.

Terkait klaster ini, sudah ada 19 orang yang menjalani tes swab Covid-19. Namun masih ada kontak erat dari kasus positif yang belum menjalani tes swab. "Masih ada satu anggota keluarga di rumah yang belum melakukan swab," tambahnya.

Heroe meminta kepada masyarakat yang sempat membeli dan berkunjung ke warung soto Lamongan itu untuk memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Terutama bagi masyarakat yang membeli pada periode Agustus 2020.

"Segera periksa di layanan kesehatan terdekat agar blocking kasus bisa dilakukan dan (Covid-19) tidak menyebar ke mana-mana," ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan disiplin. Termasuk menjalani isolasi mandiri selama 14 hari, terutama bagi masyarakat yang sempat membeli dan mengunjungi warung soto Lamongan.

"Selalu pakai masker, tetap berada di rumah dan tidak keluar dari rumah, serta membatasi sentuhan barang-barang. Untuk memastikan apakah isolasi mandiri atau tidak, segera datang ke layanan kesehatan terdekat dan ceritakan kasusnya," jelas Heroe.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA