Saturday, 9 Safar 1442 / 26 September 2020

Saturday, 9 Safar 1442 / 26 September 2020

Ini Perbedaan Kakao dan Kokoa yang Sering Dianggap Sama

Ahad 30 Aug 2020 01:01 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah

Sebagian orang masih menganggap kokoa dan kakao sebagai dua hal yang sama (Foto: biji kakao)

Sebagian orang masih menganggap kokoa dan kakao sebagai dua hal yang sama (Foto: biji kakao)

Foto: Wahdi Septiawan/ANTARA
Sebagian orang masih menganggap kokoa dan kakao sebagai dua hal yang sama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kakao dan kokoa berasal dari pohon yang sama. Keduanya juga memiliki nama yang terdengar mirip. Tak heran bila sebagian orang masih menganggap kokoa dan kakao sebagai dua hal yang sama.

Kakao pada dasarnya memiliki rasa dan nilai gizi yang sama dengan kokoa atau cokelat. Akan tetapi, kakao tidak dilengkapi dengan penambahan gula dan lemak, serta mengalami proses pengolahan yang lebih sedikit dibandingkan kokoa.

Kakao berasal dari biji yang bisa dimakan pada pohon kakao, pohon asli daerah tropis. Setelah diambil dari pohon, biji ini akan dijemur dibawah sinar matahari agar terfermentasi dan mengering secara alami.

Di pasaran, kakao tersedia dalam berbagai bentuk. Beberapa di antaranya adalah kakao bubuk dan kakao nib. Kakao nib merupakan biji kakao mentah yang telah dihancurkan dan memiliki tekstur yang mirip dengan biji kopi. Kakao nib dan juga kakao bubuk memiliki rasa seperti dark chocolate tanpa gula yang sedikit pahit, disertai dengan rasa buah-buahan.

Banyak orang yang memandang kakao sebagai "superfood" karena kandungan gizinya. Juru Bicara Academy of Nutrition and Dietetics sekaligus ahli gizi Ginger Hultin MS RDN daru Seattlemengatakan kakao kaya akan kalsium. Kakao juga diketahui mengandung besi, magnesium, zinc, dan antioksidan bernama flavanol.

Satu porsi atau sekitar tiga sendok kakao nib mengandung 150 kalori, 8 gram lemak, 16 gram karbohidrat, dan 9 gram serat. Satu porsi kakao juga mengandung 4 gram protein dan 0 gram gula.

Meski terdengar mirip, kakao dan kokoa memiliki perbedaan yang mendasar. Hultin mengatakan kakao merupakan sebutan untuk biji kakao mentah dan juga kakao bubuk. Sedangkan kokoa merupakan sebutan untuk biji kakao yang sudah dipanggang dan dialkalisasi.

"(Dipanggang dan dialkalisasi) untuk mengurangi keasamannya," ujar Hultin, seperti dilansir Runner's World, Sabtu (29/8).

Hultin mengatakan proses mengubah kakao menjadi kokoa akan mengurangi kapasitas antioksidan yang terkandung di dalamnya. Tahap pertama dalam proses mengubah kakao menjadi kokoa adalah menghaluskan kakao nib sehingga menjadi kokoa massa.

Kokoa massa lalu ditempatkan pada suhu yang sangat tinggi untuk menghasilkan bubuk kokoa dan mentega kokoa. Dark chocolate dibuat dari produk sampingan ini dengan penambahan gula. Penambahan bubuk susu akan membuat bahan dark chocolate menjadi cokelat susu.

"Setelah bubuk dan mentega (kokoa) dicampurkan sesuai porsi yang diinginkan dan gula sudah ditambahkan, Anda telah memiliki produk cokelat," jelas Hultin.

Sebagai perbandingan dengan kakao nib, satu porsi atau sekitar satu sendok makan dark chocolate mengandung 80 kalori, 5 gram lemak, 8 gram karbohidrat, 1 gram serat, kurang dari 1 gram protein, dan 6 gram gula.

Seperti halnya cokelat, kakao juga bisa digunakan dalam berbagai kerasi masakan. Kakao nib dan bubuk kakao juga bisa dijadikan pengganti chocolate chips atau kokoa bubuk agar masakan mengandung lebih sedikit gula.

Sebagai contoh, bubuk kakao bisa digunakan sebagai pengganti bubuk kokoa atau bubuk cokelat untuk membuat smoothie cokelat. Satu sendok makan bubuk kakao bisa dikombinasikan dengan satu buah pisang, setengah cangkir yogurt Greek, dan es. Blender seluruh bahan hingga halus untuk mendapatkan smoothie cokelat.

Bubuk kakao juga bisa ditambahkan ke dalam kopi. Banyak dari biji kopi yang memiliki note cokelat. Penambahan bubuk kakao dapat memperkuat rasa itu.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA