Sabtu 29 Aug 2020 06:20 WIB

Pertamina: 6.000 Mobil Mewah Rela Pasang Stiker BBM Subsidi

Pemasangan stiker bertujuan agar penyaluran BBM bersubsidi lebih tepat sasaran.

Kendaraan mengisi bahan bakar minyak di SPBU Pertamina. ilustrasi
Foto: Wihdan Hidayat/Republika
Kendaraan mengisi bahan bakar minyak di SPBU Pertamina. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH -- PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I mencatat dari 74.049 lembar pemasangan stiker program BBM bersubsidi yang diluncurkan Pemerintah Aceh bersama Pertamina, ada enam ribuan yang telah terpasang di mobil tergolong mewah. Program yang digelar Pemerintah Aceh bersama Pertamina dan Hiswana tersebut bertujuan agar penyaluran BBM bersubsidi lebih tepat sasaran dan mengurangi antrian pengisian BBM di setiap SPBU.

"Dari total yang sudah kita pasang tersebut, masih ada enam ribuan mobil tergolong mewah rela untuk dipasang stiker yang bertuliskan "Bukan Untuk Masyarakat Yang Pura-Pura Tidak Mampu. Memang ada juga yang tidak mau dan mereka beralih untuk mengisi Pertalite, Pertamax, Dex atau Dexlite," kata Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina MOR I, Roby Hervindo dalam siaran pers diterima Antara di Banda Aceh, Jumat (28/8).

Baca Juga

Ia menyebutkan sejak peluncuran yakni pada 19 sampai 25 Agustus, total stiker yang sudah ditempel di kendaraan sebanyak 74.049 lembar yang terdiri dari premium sebanyak 29.359 lembar dan stiker Solar terpasang 44.690 lembar.

Roby mengatakan dari 29.539 stiker Premium yang ditempel, sekitar 2 ribuan pemilik kendaraan mewah tetap rela memasang stiker yang bertuliskan "Bukan Untuk Masyarakat Yang Pura-Pura Tidak Mampu".

Sedangkan untuk stiker Solar, sekitar 4 ribuannya terpasang di kendaraan modern masa kini, di mana pabrikan kendaraan tersebut, jelas mencantumkan dalam buku panduan agar kendaraan menggunakan BBM diesel dengan minimum Cetane Number (CN) 51.

"Program ini berdampak pada konsumsi BBM, di mana dalam sepekan masa sosialisasi dan pemasangan stiker, tercatat penyaluran Premium dan Solar subsidi mengalami penurunan," katanya.

Ada pun konsumsi rata-rata harian Premium pada tanggal 19 hingga 25 Agustus mencapai 454 ribu liter atau turun dibanding rata-rata harian normal bulan Juli sejumlah 456 ribu liter.

Semantara untuk konsumsi BBM berkualitas menunjukkan peningkatan di mana konsumsi rata-rata harian Pertalite mencapai 1.083.000 liter per hari atau meningkat dibanding rata-rata harian normal bulan Juli sejumlah 1.039.000 liter.

Kemudian konsumsi Pertamax juga naik, sebanyak 264 ribu liter per hari dibanding harian normal bulan Juli yang mencapai 234 ribu liter.

Kenaikan konsumsi juga terjadi pada Dexlite yakni komsumsi per hari mencapai 30 ribu liter dari rata-rata harian normal bulan Juli sejumlah 15 ribu liter. Untuk Dex, konsumsi sebanyak 4 ribu liter per hari, sedangkan harian normal bulan Juli sebanyak 3 ribu liter.

Roby menambahkan meski program tersebut baru berjalan sepekan, data menunjukkan dampak positif, dimana konsumsi BBM bersubsidi lebih tepat sasaran, kepada masyarakat bawah yang memang lebih membutuhkan. "Kami berharap dengan dukungan seluruh masyarakat, program bersama ini bisa membawa perubahan lebih baik untuk Aceh," ujar Roby.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement