Jumat 28 Aug 2020 18:18 WIB

Destinasi Wisata Bahari Lampung Mulai Bergairah

Pemprov meminta pengelola pariwisata memperhatikan betul protokol kesehatan.

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Ilham Tirta
Destinasi wisata (ilustrasi.)
Foto: ANTARA/Adeng Bustomi
Destinasi wisata (ilustrasi.)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Destinasi wisata bahari seperti pantai, laut, dan hutan mulai bergairan kembali setelah terperosok dalam kesepian masa pandemi Covid-19. Wisatawan mulai mendatangi lagi tempat-tempat tersebut.

Selama tiga bulan saat Covid-19, destinasi wisata di Lampung khususnya wisata bahari terhenti total. Sebelum tutup total usahanya, para pengelola tempat wisata mencari peluang agar dapat membuka kembali usahanya sebelum bangkrut.

Pada 6 Juni 2020, beberapa destinasi terkenal di Bandar Lampung mulai perdana membuka layanan pengunjung. Diantaranya, Taman Wisata Lembah Hijau, Pulau dan Pantai Tegal Mas, dan Pantai Mutun mulai membuka kunjungan wisatawan, namun dengan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.

Selama dua bulan terakhir, pada masa pandemi Covid-19 era new normal, pengunjung semakin ramai. Mereka tidak saja wisatawan lokal, melainkan datang  dari Sumatra Selatan, DKI Jakarta, Banten, dan Bengkulu.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan, sektor pariwisata menjadi salah satu obyek perekonomian Lampung. Untuk itu, ia meminta kepada pengelola pariwisata di Lampung untuk tetap memerhatikan protokol kesehatan karena masih dalam masa pandemi Covid-19.

“Saya berharap kepada pengelola dunia pariwisata terus memerhatikan protokol kesehatan karena dengan menjalanai itu ekonomi pariwisata akan lebih produktif dan aman dari Covid-19,” katanya pada pertemuan sejumlah stakes holder pariwisata bertema “Lampung Tourism Reborn, Kebangkitan Industri Pariwisata dalam Tatanan Baru Produktif dan Aman Covid-19” di Bandar Lampung, Jumat (28/8).

Menurut dia, pada tahun 2022, pemprov akan mengembangkan kawasan wisata Pelabuhan Bakauheni secara nasional. Ditargetkan ada pengunjung dari Sumatra dan Jawa sebanyak 20 juta per tahun. “Pelabuhan Bakauheni akan digarap obyek wisata keluarga,” ujarnya.

Ke depan juga, ia mengatakan akan memberdayakan dan mengembangkan Bandara Radin II yang sudah berstatus internasional, dan juga membangun mal, hotel, dan rumah sakit internasional. Hal tersebut untuk mendukung infrastruktur pariwisata di Lampung yang sekarang mulai bergairah.

Menurut Wawan, pengelola Pantai Mutun, sejak dibuka pada 6 Juni 2020, pengunjung wisata di tempatnya semakin ramai, terutama pada akhir pekan. “Waktu Idul Adha ramai. Sekarang setiap akhir pekan Sabtu dan Ahad makin ramai,” ujarnya.

Dia mengatakan, pengelola tetap memerhatikan protokol kesehatan secara ketat mulai dari gebang pintu masuk hingga di dalam tempat wisata. Pengunjung wajib memakai masker, tidak berkerumun yang banyak, dan juga kendaraan yang masuk disemprot cairan disinfektan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement