Saturday, 3 Jumadil Akhir 1442 / 16 January 2021

Saturday, 3 Jumadil Akhir 1442 / 16 January 2021

Dari Total 900 Karyawan Suzuki, 71 Orang Positif Covid-19

Jumat 28 Aug 2020 13:59 WIB

Rep: Uji Sukma Medianti/ Red: Erik Purnama Putra

Karyawan di pabrik PT Suzuki Indomobil Motor (SIM), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jabar.

Karyawan di pabrik PT Suzuki Indomobil Motor (SIM), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jabar.

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Mereka yang dinyatakan positif Covid-19 bekerja di Plant I Tambun, Kabupaten Bekasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Sebanyak 71 karyawan PT Suzuki Indomobil Sales yang bekerja di Plant I Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, positif Covid-19. Karyawan tersebut adalah mereka yang bekerja di bagian perakitan sepeda motor.

Head of Public Relation & Digital PT Suzuki Indomobil Sales, Rudiansyah, menuturkan, sebanyak 71 orang dinyatakan positif dari total 900 karyawan di area tersebut. “Yang kena ini yang di Tambun I. Itu tempat buat perakitan sepeda motor,” kata Rudiansyah, saat dihubungi wartawan, Jumat (28/8).

Rudi menuturkan, ditemukannya kasus positif Covid-19 bermula ketika pihak perusahaan melakukan tes cepat atau rapid ke seluruh karyawan pada awal Agustus kemarin. Sebelumnya, kata Rudi, pihaknya selalu melakukan langkah preventif guna mencegah penyebaran virus di lokasi kerja.

“Jadi sebetulnya sebelum Agustus, sebelum (dinyatakan) pandemi kita rutin rapid. Tapi yang masif di awal Agustus. Dari situ mulai kelihatan (ada) yang positif,” tutur Rudi.

Menurut Rudi, Suzuki memiliki tiga kantor di antaranya kantor pusat yang berada di Pulo Gadung, Jakarta Timur, dua pabrik di Tambun Kabupaten Bekasi, dan juga di Cakung, Jakarta Timur.

Secara umum, lanjut dia, perusahaan asal Jepang tersebut telah mengikuti semua  anjuran pemerintah baik Provinsi DKI Jakarta maupun Jawa Barat dalam melakukan pencegahan Covid-19. Pun pihaknya juga menerapkan work from home (WFH) bagi sebagian karyawan.

“Ketika ada pandemi ini yang pertama kali kita lakukan adalah melakukan sosialisasi masker, kemudian pengurangan kapasitas karyawan, jaga jarak, ada yang WFH waktu itu, jadi (hanya) 50 persen pegawai yang harus ada di kantor,” jelas Rudi.

Pihak Suzuki juga melakukan laporan harian suhu tubuh karyawan serta mencari tahu apa saja aktivitas karyawannya baik yang masuk maupun yang libur. “Kita juga ada report harian suhu tubuh, dan aktivitas ngapain aja tiap hari mau libur atau gak kegiatannya ngapain aja, kita sudah lakukan semuanya,” ujar Rudi.

Adapun, pihak perusahaan sudah melakukan penanganan yang cepat, baik untuk karyawan terpapar maupun karyawan lainnya. Begitu pun dengan area pabrik, yang selalu dibersihkan dan disemprot cairan disinfektan secara berkala. Tak ketinggalan, Rudi melanjutkan, kendaraan yang selesai dirakit pun dibersihkan dan didisinfektan sebelum dikirim ke pelanggan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA