Thursday, 18 Rabiul Akhir 1442 / 03 December 2020

Thursday, 18 Rabiul Akhir 1442 / 03 December 2020

2 Media Transfer Ilmu Menurut Islam, Bukan Akal Manusia

Kamis 27 Aug 2020 23:48 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah

Terdapat dua media transfer ilmu yang utama menurut Islam. Ilustrasi menulis kitab kuning

Terdapat dua media transfer ilmu yang utama menurut Islam. Ilustrasi menulis kitab kuning

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Terdapat dua media transfer ilmu yang utama menurut Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Aktivitas tulis menulis yang buahnya sudah bisa disaksikan sendiri hari ini adalah salah satu bentuk perwujudan amal terhadap apa yang sudah diisyaratkan Alquran Al-Karim. Allah SWT dalam Alquran mengisyaratkan betapa pentingnya aktivitas tulis menulis ini.

Dalam ayat suci-Nya, Allah SWT telah mengisyaratkan bahwa ilmu pengetahuan itu bisa diletakkan dalam dua tempat, yaitu qalbu dan buku. Hal ini disampaikan Ustaz Sutomo Abu Nashr Lc dalam buku Kitab Fiqih Pertama Dalam Perspektif Sejarah terbitan Rumah Fiqih Publishing. "Qalbu atau hafalan menjadi tempat bagi ilmu diisyaratkan Allah SWT dalam sebuah ayat," kata Ustadz Sutomo dalam bukunya. 

بَلْ هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ ۚ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الظَّالِمُونَ

Baca Juga

 "Sebenarnya, Alquran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim." (QS Al-Ankabut: 49).

Ustadz Sutomo menjelaskan, qalbu inilah yang menjadi tempat ilmu yang paling dipakai pada masa-masa awal Islam. Imam Ad-Dzahabi dalam Tadzkirah al Huffadz mengatakan, ilmu para sahabat dan tabi'in terletak di dalam dada-dada mereka. Itulah gudang keilmuan bagi mereka. (Ad Dzhahabi, Tadzkirah al Huffadz). 

Sedangkan buku menjadi tempat bagi ilmu bisa dapati isyaratnya dalam Surat Thaha. قَالَ عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي فِي كِتَابٍ ۖ لَا يَضِلُّ رَبِّي وَلَا يَنْسَى

 "Musa menjawab, pengetahuan tentang itu ada di sisi Tuhanku, di dalam sebuah kitab, Tuhan kami tidak akan salah dan tidak (pula) lupa." (QS Thaha: 52).

Ketika menafsirkan ayat 52 dalam surat ini, Imam Al Qurthubi menyatakan bahwa dalam ayat ini terdapat petunjuk untuk melakukan kodifikasi ilmu dan penulisan buku. 

Ustadz Sutomo juga menerangkan, Allah SWT pada salah satu surat dalam Alquran pernah bersumpah dengan suatu alat tulis yang sekarang dikenal dengan sebutan pena. Jika Allah SWT bersumpah dengan salah satu makhluk-Nya, maka hal tersebut salah satunya menunjukkan tentang betapa mulia dan pentingnya makhluk tersebut. 

"Sumpah (Allah) dengan pena itu malah diabadikan dalam sebuah surat yang dinamai Surat Pena atau Al Qalam," kata Ustaz Sutomo dalam bukunya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA